Tag: #perhutanicorpu

  • PELESTARI BURUNG INDONESIA Mulai Realisasikan Perilisan Burung di Pusdikbang SDM Perhutani

    MADIUN (08/01/2019) | Komunitas Pelestari Burung Indonesia (PBI) sudah mulai melaksanakan Kegiatan Perilisan Burung di dalam lingkupPusdikbang SDM (Sumber Daya Manusia) Perhutani. Kegiatan ini dilaksanakan  di Arboretum Selatan, Pusdikbang SDM Perhutani.  Rabu (08/01)

    Pusdikbang SDM Perhutani menerima kedatangan Komunitas Pelestari Burung Indonesia

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Komunitas Pelestari Burung Indonesia, Kepala Pusdikbang SDM Perhutani, dan beserta jajaran Pusdikbang SDM perhutani.

    Jalak Kerbau (Acridotheres javanicus)

    Dalam Pelaksanaannya, ada 30 ekor burung berjenis Jalak Kerbau (Acridotheres javanicus) yang hendak dirilis. Sebelum proses perilisan burung, langkah yang perlu dilakukan ialah Rehabilitasi dan Habituasi. Bersama dengan Komunitas Pelestari Burung Indonesia, Pusdikbang SDM Perhutani melaksanakan Rehabilitasi dan Habituasi pada salah satu kandang burung yang berada di Arboretum Selatan. Selanjutnya kandang tersebut akan digunakan sebagai media konservasi bagi burung-burung yang hendak dirilis.

    Komunitas Pelestari Burung melakukan rehabilitasi dan habituasi bagi kandang yang akan digunakan sebagai media konservasi
    Proses penyiapan pakan/makanan bagi burung yang hendak dirilis oleh Komunitas Pelestari Burung Indonesia

    Setelah rehabilitasi dan habituasi, selanjutnya adalah perilisan burung. Perilisan dilaksanakan oleh Kepala Pusdikbang SDM Perhutani, Ir. Kristomo bersama dengan rekan Jajaran Pusdikbang SDM Perhutani dan Pelestari Burung Indonesia. Beliau menuturkan program konservasi ini akan terus berlanjut hingga beberapa bulan kedepan.

    Ir. Kristomo selaku Kepala Pusdikbang SDM Perhutani ikut serta dalam pelaksanaan rehabilitasi dan habituasi
    Komunitas Pelestari Burung bersama dengan Kepala Pusdikbang SDM Perhutani beserta jajaran

    “Pusdikbang SDM Perhutani siap menyediakan habitat yang cocok bagi burung-burung yang hendak di konservasi. Semoga kedepannya program ini dapat terus berlanjut seiring berjalannya waktu.” Ungkap beliau.

    Proses perilisan burung jalak kerbau oleh Kepala Pusdikbang SDM Perhutani bersama jajaran yang ikut hadir pada kegiatan tersebut
    Proses perilisan burung jalak kerbau

    Mas Catur yang merupakan perwakilan dari komunitas Pelestari Burung Indonesia juga menambahkan bahwa perilisan burung Jalak Kerbau ini merupakan suatu langkah untuk mengawali proses konservasi burung tepatnya di dalam lingkup kota madiun.

    Burung Jalak Kerbau setelah proses perilisan
    Burung Jalak Kerbau terlihat menikmati habitat baru

    “Mengingat rencana yang akan datang, pada akhir februari akan dilaksanakan penetapan konservasi burung. Dan dari hasil diskusi yang dilaksanakan sebelumnya, Pusdikbang SDM Perhutani ditetapkan menjadi salah satu rekomendasi yang mempunyai habitat yang cocok sebagai tempat konservasi burung.” Ungkapnya.

    PERHUTANI BERUBAH! PERHUTANI BISA! PERHUTANI LUAR BIASA!

  • PELESTARI BURUNG RANGKUL PEMKOT MADIUN UNTUK ADAKAN KONSERVASI DI PUSDIKBANG SDM PERHUTANI

    MADIUN, PERHUTANI (19/12/2019) | Komunitas Pelestari Burung Indonesia (PBI) melaksanakan Kegiatan Diskusi dan Pelepasan Burung di lingkup Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusdikbang SDM) Perhutani. Kegiatan ini berlangsung di Forest Cafe, ‘Arboretum Utara’ Pusdikbang SDM Perhutani Madiun,  Kamis (19/12).

    Kegiatan untuk menyusun rencana dan pelaksanaan mengenai proses pelestarian dan perlindungan burung di lingkup Kota Madiun tersebut dihadiri oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun, Dinas Pertanian, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Komunitas Pelestari Burung Indonesia (PBI), dan jajaran Pusdikbang SDM Perhutani.

    Kepala Pusdikbang SDM Perhutani, Kristomo menyampaikan jika pihaknya siap mendukung proses pelestarian burung tersebut. “Saat ini Pusdikbang SDM Perhutani juga sudah mulai menanam tanaman yang buahnya bisa dimakan oleh hewan liar terutama burung. Semoga nantinya kegiatan seperti ini mampu menjadikan hutan kota sebagai pusat ekologi, penyelamatan satwa, penghasil oksigen, observasi, dan lain-lain,” ucapnya.

    Bp. Kristomo selaku Kepala Pusdikbang SDM Perhutani

    Bp. Kristomo menambahkan bahwa ‘Arboretum’ Pusdikbang SDM Perhutani adalah tempat yang tepat dalam proses perilisan burung, “Karena suasana hutan yang asri dan alami merupakan habitat yang cocok untuk burung,” tambahnya.

    Dari Kiri ; Mas Catur dari Komunitas Pelestari Burung Indonesia, Bp. Rudy Wisnu Wardana Anggota DPRD Kota Madiun , dan Bp. Kristomo Kepala Pusdikbang SDM Perhutani

    Sementara itu Bp. Rudy Wisnu Wardana Anggota DPRD Kota Madiun juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini memang sudah waktunya untuk direalisasikan di kota madiun.  Dia menyoroti banyaknya perburuan terhadap burung, perlu dilaksanakan pelestarian demi menjaga ekosistem.

    Dari kiri ; Mas Catur selaku Perwakilan dari Komunitas Pelestari Burung Indonesia bersama dengan Bp. Rudy Wisnu Wardana yang merupakan Anggota DPRD Kota Madiun

    “Di era sekarang ini, burung yang memiliki nilai ekonomis atau laku untuk dijual pasti akan diburu. Mungkin seharusnya langkah awal yang dilakukan ialah membuat penangkaran bagi burung-burung yang dilindungi dan menyusun Peraturan Daerah (Perda) mengenai pelestarian dan perlindungan bagi burung,” ungkapnya.

    Sebelumnya pada acara tersebut dilakukan pelepasan burung berbagai jenis, diantaranya burung canting, burung talokan, jalak, kacer, dan sejenisnya.

    Salah satu anggota dari PBI, Sdr. Catur menuturkan bahwa sudah waktunya untuk melakukan pelestarian burung di lingkup hutan kota. Sebelumnya Komunitas PBI telah melakukan pelepasan burung di beberapa titik kota Madiun, seperti, Stadion Wilis, Taman Wisata Trembesi, Taman Bantaran, Hutan Kota Madiun, dan tempat lainnya.

  • Perhutani Gelar Acara Bimbingan Teknis Dan Penyusunan Proposal Bersama LMDH Provinsi Jawa Timur

    MADIUN ( 30/11/2019) |  Dalam rangka pemberian layanan paska penerbitan izin IPHPS dan SK Kulin KK di wilayah Perum Perhutani, Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (Pusat P2H) bekerja sama dengan yayasan Asosiasi Lembaga Masyarakat Desa Hutan Indonesia(ALMADINA) menyelenggarakan acara Bimbingan Teknis dan Penyusunan Proposal kepada pemegang izin IPHPS dan SK Kulin KK di wilayah Perum Perhutani Jawa Timur, KPH Lawu Ds. Pelaksanaan acara tersebut dilaksanakan di Gedung Grha Wanajava, Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perum Perhutani. Sabtu (30/11)

    Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perum Perhutani, Ketua LMDH Wilayah Jawa Timur, Ketua Yayasan Asosiasi Lembaga Masyarakat Desa Hutan Indonesia(ALMADINA), Kepala Divisi Regional yang diwakili oleh Administratur KKPH Ngawi, Kepala Pusat BLU(Badan Layanan Umum) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan serta seluruh peserta yang berasal dari beberapa daerah dalam wilayah jawa timur.

    dari kiri : Kepala Pusat Pendidikan dan Pengembangan SDM Perhutani, Kepala Divisi Regional Jawa Timur, Kepala Pusat BLU(Badan Layanan Umum) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan, Ketua LMDH Wilayah Jawa Timur, Ketua Yayasan Asosiasi Lembaga Masyarakat Desa Hutan Indonesia(ALMADINA)

    Acara tersebut diawali dengan sambutan dari Kepala Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perum Perhutani, Ir. Kristomo. Beliau menyampaikan sambutan selamat datang dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran panitia pelaksana dan seluruh peserta undangan, karena telah diberikan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah untuk yang kedua kalinya dalam pelaksanaan acara Bimbingan Teknis dan Penyusunan Proposal. Beliau berharap semoga seluruh jajaran panitia pelaksana dapat memberikan pembelajaran bagi seluruh peserta bimbingan teknis dan penyusunan proposal secara optimal.

    Sambutan Kepala Pusat Pendidikan dan Pengembangan SDM Perhutani

    Pada sambutannya, Kristomo juga menyampaikan bahwa landasan dasar BLU(Badan Layanan Umum) yang saat ini disalurkan adalah berbasis reboisasi. Menurut beliau hal inilah yang harus menjadi landasan utama, yang mana seluruh peserta akan dibimbing dan diberikan materi mengenai penyusunan proposal.

    Setelah sambutan dari Kepala Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perum Perhutani, selanjutnya adalah sambutan dari Ketua Asosiasi Lembaga Masyarakat Desa Hutan Indonesia(ALMADINA), M. Adib. Pada sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhutani karena telah memberikan fasilitas untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

    sambutan dari Ketua Asosiasi Lembaga Masyarakat Desa Hutan Indonesia(ALMADINA)

    Beliau juga  menjelaskan mengenai LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) kedepannya akan memiliki beberapa peran yang dimainkan, salah satu peran tersebut ialah LMDH memang dilahirkan untuk bekerja bersama Perum Perhutani dalam mengelola dan mengurus hutan di seluruh pulau jawa. Dimana pengelolaan ini akan memberikan kontribusi untuk membuat seluruh masyarakat desa sekitar hutan menjadi sejahtera.

    “Kita mempunyai wilayah hutan sebanyak 2,4 juta hektar, bersama dengan LMDH yang menjadi benteng untuk menjaga eksistensi hutan di pulau jawa. Sedangkan tugas utama kita adalah menjaga hutan jawa dari sisa sisa yang tersisa. Karena kira-kira dari jumlah 2,4 jt hektar tersebut, kemungkinan sebentar lagi hanya akan tersisa 2,1 jt hektar saja. Jadi nantinya akan ada sekitar 300 ribuan, yang dengan keterpaksaan tidak lagi menjadi bagian pengelolaan dari LMDH jawa timur bersama Perum Perhutani.” imbuhnya.

    Selain hal tersebut, beliau juga menyampaikan senada dengan yang sedang dilakukan oleh pemerintah saat ini. Yang mana pemerintah sedang menjalankan program bagaimana cara meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat. Maka dari itu peran LMDH sebagai lembaga pengurus hutan, juga akan menjadi lembaga pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat desa hutan.

    “Disamping sebagai lembaga pengurus hutan, LMDH juga akan menjadi lembaga pendidikan. LMDH akan berperan seperti Pusdikbang SDM Perhutani, hanya saja mengurus persoalan mengenai masyarakat desa hutan, seperti meningkatkan program pendidikan untuk anak usia dini yang berbasis lingkungan hutan, membebaskan masyarakat desa hutan dari penyakit buta aksara dan membuat mereka berpendidikan setara dengan SMA (Sekolah Menengah Atas) melalui kejar Paket A, Paket B atau Paket C.” tutupnya dalam sambutan tersebut. (Kom-PHT/Dik/Rb)

    PERHUTANI BERUBAH! PERHUTANI BISA! PERHUTANI LUAR BIASA!

  • Closing Ceremony Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Madiun Tahun 2019 Di Pusdikbang SDM Perhutani

    MADIUN ( 28/11/2019) |  Pelatihan Dasar CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) yang dilaksanakan di Pusdikbang SDM Perhutani telah usai. Dan pagi ini acara Closing Ceremony Pelatihan Dasar CPNS dilaksanakan, tepatnya di Gedung Grha Wanajava, Pusdikbang SDM Perhutani, Kamis (28/11)

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Madiun, Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Jajaran Pihak Kodim dan Kepolisian Kabupaten Madiun, Jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun, Jajaran Struktural Perum Perhutani, dan Peserta Pelatihan Dasar CPNS sebanyak 322 peserta.

    Acara tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, Pernyataan Penutupan Pelatihan Dasar CPNS Pemerintah Kabupaten Madiun, lalu dilanjutkan dengan menyanyikan Hymne Abdi Praja Dharma Satya Negara Bhakti. Kemudian pelepasan tanda peserta secara simbolis oleh Wakil Bupati Madiun.

    Sambutan dari Wakil Bupati Madiun, Hj. Hariyoriyanto. Beliau menyampaikan kegiatan Pelatihan Dasar yang telah dilaksanakan mulai 10 September s/d 28 November 2019. Kegiatan dilaksanakan di Pusdikbang SDM Perhutani. Untuk Evaluasi dari BPSDM Jatim dan Widyaiswara, mengenai peserta panitia dan pihak terkait dapat di simpulkan secara umum bahwa kegiatan telah berjalan secara lancar. Adapun predikat yang didapatkan oleh peserta adalah sangat memuaskan 7 orang, memuaskan 315 orang.

    Setelah sambutan dari Kepala BKD Madiun, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhutani, Ir. Kristomo. Beliau menyampaikan ucapan Terima Kasih kepada Pemerintah Kabupaten Madiun, karena telah mempercayakan kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2019 kepada Pusdikbang SDM Perhutani.

    “Suatu kehormatan bagi kami karena telah diberikan kesempatan untuk membina seluruh calon Pegawai Negeri Sipil mengenai, kedisiplinan, ketertiban, dan sebagainya. Sudah selayaknya itu merupakan tugas dari kami, untuk memberikan pelajaran berharga agar semuanya mampu saling asah, asih, dan asuh. Mungkin apabila suatu saat nanti ada tugas atau kegiatan seperti ini lagi dari Provinsi, kami akan selalu siap untuk melayani semaksimal mungkin” Ucapnya.

    Selain itu beliau juga berharap semoga sinergi seperti ini dapat terus terjalin dengan baik, dan berkelanjutan. Beliau menyampaikan semoga bekal dari pelatihan dasar termasuk ilmu-ilmu yang disampaikan oleh pengajar dapat diterapkan secara langsung di tempat kerja masing-masing.

    Setelah sambutan dari Kepala Pusdikbang SDM Perhutani, acara selanjutnya adalah pembagian bibit kepada seluruh peserta Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2019 yang nantinya bibit pohon tersebut dapat di tanam pada daerah kerja masing-masing.

    PERHUTANI BERUBAH! PERHUTANI BISA! PERHUTANI LUAR BIASA!

  • UPACARA PERINGATAN HARI PAHLAWAN KE-74

    (MADIUN | 11/11/2019) Pahlawan berasal dari bahasa sansekerta yaitu “Phalawan” yang berarti orang-orang yang dari dirinya menghasilkan buah(jasa) bagi bangsa, Negara, dan agama. Mereka yang  rela menumpahkan darahnya, mengobarkan semangat keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Itulah makna singkat dari kata Pahlawan.

    Seluruh Peserta mengikuti Upacara Peringatan Hari Pahlawan dengan khidmat

    Pusdikbang SDM Perhutani menggelar upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-74 yang jatuh pada tanggal 10 November 2019 dengan mengambil tema “Aku Pahlawan Masa Kini”. Upacara diikuti oleh peserta yang merupakan karyawan – karyawati dari Pusdikbang SDM Perhutani, KPH Lawu, KPH Saradan, KPH Madiun, KBM Madiun, dan PHW II Madiun. Upacara dilaksanakan di lapangan upacara Pusdikbang SDM Perhutani, Madiun. Senin (11/11)

    Komandan Upacara memasuki lapangan upacara dan mengambil alih komando seluruh peserta upacara

    Pada pelaksanaannya diawali dengan penghormatan umum pada Komandan Upacara, lalu Inspektur Upacara selaku Administratur/KKPH Lawu DS Bp. Asep memasuki lapangan upacara. Dan dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

    Proses pengibaran sang saka merah-putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya
    Mengheningkan Cipta untuk mengenang jasa para Pahlawan

    Selanjutnya adalah Mengheningkan Cipta sejenak untuk mengenang jasa para Pahlawan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh Inspektur Upacara diikuti seluruh peserta upacara, disambung dengan Pembacaan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan teks Pesan-Pesan Pahlawan oleh petugas upacara.

    Inspektur upacara membacakan teks Pancasila, diikuti oleh seluruh peserta

    Setelah pembacaan teks pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan teks Pesan-Pesan Pahlawan, upacara dilanjutkan dengan amanat Inspektur upacara yang akan membacakan teks Pidato dari Menteri Sosial Republik Indonesia.

    Seluruh peserta memperhatikan pidato dari Menteri Sosial Republik Indonesia yang dibacakan oleh Inspektur upacara

    Dalam pidato tersebut, disampaikan bahwa  pada Peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada setiap tanggal 10 November, mengingatkan kembali akan peristiwa pertempuran di Surabaya. Yang merupakan salah satu momen paling bersejarah dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

    “Peristiwa perang mengingatkan kita bahwa kemerdekaan yang kita rasakan saat ini tidaklah datang begitu saja, namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari pada pendahulu negeri. Semangat yang ditunjukkan para pahlawan dan pejuang tersbut hendaknya perlu terus dikembangkan dalam hati sanubari segenap Warga Negara Indonesia” ungkap Menteri Sosial Republik Indonesia dalam pidato tersebut.

    Dengan mengangkat tema “Aku Pahlawan Masa Kini”. Menegaskan kembali bahwa seluruh Warga Negara Indonesia adalah Pahlawan bagi Negara, menjadi pahlawan di masa kini dapat dilakukan oleh siapapun warga Negara Indonesia, dalam bentuk aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI, menolong sesama saudara, tidak melakukan provokasi, tidak menyebarkan berita hoax, dan tidak melakukan hal yang dapat merugikan orang lain maupun diri sendiri.

    “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawannya.”

  • Pusdikbang SDM Sharing  Knowledge, Jangan Puas Jadi Generasi Copas

    MADIUN ( 07/11/2019) |  Pusdikbang SDM Perhutani melaksanakan Sharing Knowledge, dengan tema Jangan Puas jadi generasi Copas, mari menulis, menulis itu (tidak) sulit yang mendatangkan narasumber Suwantik Yoso Sumarto Direktur dari PT. Wisanka Solo, Kamis (07/11)

    Antusias seluruh peserta dalam mengikuti Sharing Knowledge

    Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta yang merupakan karyawan-karyawati dari Pusdikbang SDM Perhutani, KPH Saradan, KPH Lawu, KPH Madiun, KPH Ngawi, KBM Madiun, dan PHW II Madiun. Dalam pembukaan acara tersebut, diawali dengan sambutan dari Taufik Setyadi yang merupakan Widyaiswara Pusdikbang SDM Perhutani. Dia menuturkan bahwa dilaksanakannya Sharing Knowledge ini adalah untuk berbagi ilmu dan motivasi bahwa semua orang bisa menjadi penulis.

    Narasumber Bp. Suwantik Yoso Sumarto bersama dengan Bp. Taufik Setyadi

    “Banyak sekali manfaat dari menulis, salah satunya yaitu bermanfaat untuk memperkuat ingatan. Sharing Knowledge ini dilaksanakan agar bisa memotivasi diri kita untuk menulis hal hal yang baik.,”, ujar Taufik.

    Menurutnya banyak orang yang belum mengetahui mengenai apa yang sudah dilakukan oleh Perhutani, apa yang sudah diolah oleh Perhutani, dan sebagainya, jadi mari kita buktikan hal ini melalui tulisan di media, ujarnya.

    Narasumber Bp. Suwantik Yoso Sumarto menjelaskan mengenai materi Sharing Knowledge

    Bp. Suwantik Yoso Sumarto. Selaku narasumber pada acara tersebut menyampaikan,  ada 6 faktor dasar mengenai  mengapa kita harus menulis yakni faktor meningkatkan kreatifitas, menjaga komitmen, meningkatkan percaya diri, anti stress, penghasil income, dan  jaringan amal.
    “Terkadang kita bingung, mengenai apa saja yang harus kita tulis dan dari mana asal materi dari sebuah tulisan. Sebenarnya hal tersebut dimulai dari hal kecil seperti menulis status entah itu whatsapp atau sosial media, menulis artikel, dan sebagainya, terangnya.

    Sedangkan asal materi tulisan sendiri dapat ditemukan dari berbagai sumber, salah satunya dengan membiasakan banyak membaca, dengan jalan-jalan atau Travelling dan mendengarkan apa yang ada di sekitar.” imbuh Bp. Suwantik

    Penyerahan Cindera Mata dari Bp. Taufik Setyadi selaku perwakilan dari Pusdikbang SDM Perhutani kepada Narasumber Bp. Suwantik Yoso Sumarto yang merupakan Direktur PT. Wisanka Solo

    Beliau juga menambahkan ada beberapa tips agar tulisan lebih terlihat menarik, yaitu : menentukan tema atau mencari tema yang sedang trending, memberikan judul yang menarik agar mampu menarik rasa ingin tahu pembaca, menggunakan kalimat yang efektif dengan menghindari kalimat yang terlalu panjang atau bertele-tele.

    “Kalau ingin mengenal dunia, membaca. Kalau ingin dikenal dunia, menulis. Kalau ingin dikenal di dunia dan di langit, menulislah.”

    ( Suwantik Yoso Sumarto – Direktur PT. Wisanka Solo. )

    PERHUTANI BERUBAH! PERHUTANI BISA! PERHUTANI LUAR BIASA!

  • UPACARA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA KE-91 TAHUN 2019

    (MADIUN | 28/10/2019) Pusdikbang SDM Perhutani melaksanakan upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2019. Upacara ini dihadiri oleh peserta yang terdiri dari karyawan-karyawati KPH Lawu, KPH Madiun, KPH Saradan, Komersial Kayu Madiun, PHW II Madiun, Pusdikbang SDM Perhutani, Peserta kegiatan Diklat Penguatan Kepala Sekolah Se-Kabupaten Madiun dan Peserta Pelatihan Dasar CPNS Gelombang Kedua Kabupaten Madiun . Upacara dilaksanakan di lapangan upacara Pusdikbang SDM Perhutani. Senin(28/10)

    Inspektur upacara memasuki lapangan upacara

    Pada pelaksanaannya upacara diawali dengan  penghormatan umum kepada Komandan Upacara. Dan kemudian dilanjutkan dengan masuknya Inspektur Upacara selaku Kepala Departemen Perencanaan dan Pengembangan Pusdikbang SDM Perhutani yaitu Bp. Abdul Hasan. Kemudian dilanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih diiringi dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

    Penghormatan kepada Inspektur Upacara
    Proses Pengibaran Sang Saka Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya

    Setelah dilaksanakannya pengibaran bendera, selanjutnya adalah pembacaan teks Pancasila oleh Inspektur Upacara, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pembacaan Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928 oleh petugas upacara

    Peserta Upacara dari Peserta Pelatihan Dasar CPNS Kabupaten Madiun

    Selanjutnya adalah Pembacaan “Pidato Menteri Pemuda Dan Olahraga Republik Indonesia Pada Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-91 Tahun 2019” oleh Inpektur Upacara.

    Pembacaan “Pidato Menteri Pemuda Dan Olahraga Republik Indonesia Pada Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-91 Tahun 2019”

    Hari Sumpah Pemuda ke-91 kali ini mengambil tema “Bersatu Kita Maju”. Tema ini diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda. Bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa.

    “Wahai pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, tekad, dan cita-cita, pengorbanan dan perjuanganmu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia.”

    PERHUTANI BERUBAH! PERHUTANI BISA! PERHUTANI LUAR BIASA!

  • Sharing Knowledge : Hasil Penelitian Tentang Hutan Jati

    (MADIUN | 24/10/2019) Knowledge Sharing adalah suatu proses pertukaran pengetahuan antar dua individu yang mana satu orang mengkomunikasikan pengetahuan, sedangkan seorang lainnya mengasimilasi pengetahuan tersebut. Seperti yang sedang digelar di Pusdikbang SDM Perhutani(Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhutani), Knowledge Sharing dengan pembahasan Hasil Penelitian Tentang Jati yang dilaksanakan bersama dengan Puslitbang Perhutani (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhutani. Kamis (24/10)

    Pelaksanaan Sharing Knowledge : Hasil Penelitian tentang Hutan Jati di ruang Manilkara Pusdikbang SDM Perhutani

    Knowledge Sharing kali ini dilaksanakan di ruang Manilkara, Pusdikbang SDM Perhutani. Dengan dihadiri oleh Kapuslitbang, Kapusdikbang, dan diikuti oleh beberapa Peserta yang terdiri dari beberapa Kantor Perhutani daerah yang tersebar di sekitar pulau jawa dan banten.

    Antusias seluruh peserta dalam mengikuti Sharing Knowledge

    Urutan acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Seruan Rimba, lalu dilanjutkan dengan Sambutan oleh Kapusdikbang SDM Perhutani. Setelah sambutan dari Kapusdikbang dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kapuslitbang Perhutani yang sekaligus menyampaikan mengenai urutan dari paparan yang akan disampaikan oleh tim dari Puslitbang Perhutani.

    Kepala Puslitbang Perhutani bersama dengan Kepala Pusdikbang SDM Perhutani dalam sambutan acara Sharing Knowledge

    Pada pelaksanaannya tujuan dari Knowledge Sharing kali ini adalah untuk membahas mengenai hasil penelitian tentang kayu jati, yang mana data mengenai hasil penelitian tersebut akan di bahas bersama Pusdikbang SDM Perhutani yang juga merupakan insiminasi, pusat dari penelitian. Sehingga knowledge sharing yang dilaksanakan di dalam lingkup Pusdikbang SDM Perhutani ini diharapkan kedepannya mampu dijadikan sebagai informasi maupun materi untuk peserta diklat (Pendidikan dan Pelatihan) yang sedang menjalani pendidikan di lingkup Pusdikbang SDM Perhutani.

    P

    PERHUTANI BERUBAH! PERHUTANI BISA! PERHUTANI LUAR BIASA!

  • Knowledge Sharing : Business Management

    (MADIUN |  Selasa, 22/10/2019) Pelaksanaan Sharing Knowledge Business Management dilaksanakan didalam lingkup Pusdikbang SDM Perhutani. Pelaksanaan Sharing Knowledge ini diikuti oleh Kepala Pusdikbang SDM Perhutani, Kepala Departemen Perencanaan dan Pengembangan, Ketua LSP (Lembaga Sertifikasi Perhutani) dan juga karyawan sub bagian dari lingkup Pusdikbang SDM. Pelaksanaan acara di ruang Rapat Utama, dimulai pada pukul 09.00.WIB (22/10)

    Dari kiri : Bp. Taufik Setiyadi selaku Narasumber, bersama Kepala Pusdikbang SDM Perhutani, dan Kepala Departemen Perencanaan dan Pengembangan

    Bersama dengan narasumber Taufik Setiyadi, selaku Tenaga Profesional Pusdikbang SDM menjelaskan bahwa pengetahuan Business Management diperlukan pada pengembangan dan pemanfaatan opset yang ada di Pusdikbang SDM. Sehingga pemanfaatan asset didalam lingkup Pusdikbang SDM mampu dimanfaatkan secara optimal. Dalam konteks ini, canceltimesharegeek, meskipun beroperasi di bidang yang berbeda, juga dapat menerapkan prinsip-prinsip manajemen bisnis untuk mengoptimalkan penggunaan aset dan sumber daya mereka dalam layanan pembatalan timeshare.

    antusias peserta dalam mengikuti Knowledge Sharing : Business Management

    “Pusdikbang SDM sendiri sudah mempunyai banyak training  seperti Assesor dan Lembaga Sertifikasi. Kita punya arboretum, dan juga HP III yang bisa dimanfaatkan misalkan dalam pendidikan atau outbound. Outbound ini perlu kita kembangkan dengan cara yang berbeda, dengan mode pembelajaran dan memberikan kenang-kenangan kepada peserta seperti menanam pohon. Maka orang akan tertarik, karena akan ada wakaf atau sedekah sebagai kenangan juga”  tutur Taufik Setiyadi.

    Setelah penjelasan, acara dilanjutkan dengan sesi Tanya-jawab. Untuk lebih lengkapnya berikut cuplikan video dalam sesi Tanya-jawab Sharing Knowledge Business Management.

    P

    PERHUTANI BERUBAH! PERHUTANI BISA! PERHUTANI LUAR BIASA!

  • Berharap Tambahan Pelanggan dengan Selalu Siap Melayani

    Frasa “Selalu Siap Melayani” acap kali terdengar sepele karena seringnya kata-kata ini diucapkan. Pada kenyataannya, adalah mudah bagi siapa saja menemukan lubang dari setiap tahapan proses yang sudah dengan susah – payah diusahakan, terutama bagi siapa saja yang sedang berbenah merubah budaya kerja yang tidak hanya asal melaksanakan kegiatan. Sekalipun sudah ada Standart Operating Procedure (SOP)-nya. Diperlukan jam terbang bagi sebuah lembaga untuk membentuk etos kerja yang “selalu siap melayani”.

    Kegiatan Pelatihan Sekolah Modal Usaha yang dilaksanakan di Ruang Manilkara, Pusdikbang SDM Perhutani.

    “Supaya dapat best practiced-nya” nasihat seorang mentor. Berbekal dari semangat tersebut Pusdikbang SDM bertekad “pantang menolak order”. Apapun dan bagaimanapun karakter order dari pelanggan, yang penting sejalan dengan fungsi keberadaan Pusdikbang SDM sebagai lembaga penyedia jasa Diklat dan Pengembangan SDM.

    Seluruh Peserta dan Panitia menyanyikan lagu Indonesia Raya

    Begitu ada order dari Universitas Merdeka Madiun untuk menggelar pelatihan Sekolah Modal Usaha bersama dengan Narasumber dari BEI (Bursa Efek Indonesia) dan PT. Bahana Sekuritas, Pusdikbang SDM segera menjemput order tersebut. Berharap tak hanya sekedar memberikan layanan MICE saat pelatihan, lebih jauh institusi berharap dapat memetik Pelanggan satu per satu dari seluruh peserta pelatihan. Ya, para peserta pelatihan yang meliputi : pengajar dan Staff dari Universitas Merdeka Madiun dan seluruh Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Merdeka Madiun adalah potensi pelanggan Pusdikbang SDM. Ke depan dengan segala kesan yang timbul dan hendak disampaikan dari mulut ke mulut, dari sentuhan klik jari semua yang hadir pada acara Pelatihan Modal Usaha tanggal 1 Oktober 2019, kami masih berharap mereka akan berkunjung lagi ke Pusdikbang SDM Perhutani.

    dari kiri ; Narasumber dari PT. Bahana Sekuritas, Narasumber dari BEI (Bursa Efek Indonesia), dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Merdeka

    Dalam situasi tersebut, semua aset ruang pertemuan, ruang makan dan pernik-pernik uburampe yang tersedia harus ready sesuai permintaan panitia pelatihan. Tak jarang permintaan pelanggan MICE berubah mendadak. Bisa karena memang mendadak, atau pun karena kita lengah tidak segera menginformasikan kepada penanggung jawab proses terkait. Sementara segala sesuatunya membutuhkan sedikit waktu untuk pemenuhan layanan. Sekuat daya para supervisor, mulai dari Kepala Departemen hingga mandor kebersihan menjaga irama kegiatan order-order sebelumnya agar tidak mengganggu layanan yang berujung munculnya gejala “kapok berkunjung ke Pusdik”. Apalagi order yang menyangkut upaya menumbuhkan minat investasi untuk pengembangan bisnis di Indonesia. Hal yang memang menjadi fokus perhatian

    Sambutan oleh Narasumber dari Bursa Efek Indonesia, Asikin Asar pada kegiatan Pelatihan Sekolah Modal Usaha di Pusdikbang SDM Perhutani

    Narasumber BEI (Bursa Efek Indonesia) Asikin Asar dan Dekan Fakultas Ekonomi Unmer, Rindia Hanafi. Agar masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa melek dengan dunia investasi. Kuncinya, apapun permintaan pelanggan segera dicukupi dan senyum baik saat sedang melayani dan saat menghadapi komplain dari pelanggan. Sekalipun yang kedua sungguh pahit pada saat kita lagi bad mood “Keep smile aja”.