Tag: #pusdikbangsdm

  • FOREST CAFÉ & D’ARBORETUM JADI TEMPAT NONGKRONG FAVORIT DI KOTA MADIUN

    MADIUN (08/09/2020) | Pada era millennial seperti sekarang ini, café merupakan salah satu tempat nongkrong favorit bagi para generasi millennial. Sehingga banyak sekali café yang mulai berlomba-lomba memunculkan diri ke ranah publik dengan ciri khas nya masing-masing. Salah satunya Forest Café & d’Arboretum, Pusdikbang SDM Perum Perhutani. Madiun. (08/09).

    Forest Cafe tampak dari depan

    Mulanya kawasan tersebut adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan sekedar miniatur hutan rimbun (Arboretum). Kemudian bersama dengan manajemen Pusdikbang SDM Perhutani, area tersebut dirubah menjadi tempat nongkrong dengan nama Forest Café & d’Arboretum.

    Forest Cafe di malam hari
    Menu Makanan Khas Angkringan di Forest Cafe & d’Arboretum

    Dengan mengusung tema hijaunya hutan di tengah kota Madiun, Forest Café menjadi tempat nongkrong favorit terutama bagi kalangan anak muda atau para generasi millennial saat ini. Selain suasana asri dan hijau, Forest Café juga menyediakan menu makanan khas angkringan dengan harga yang terjangkau seperti Sate Telur, Sate Jeroan, Nasi Bakar, dan beberapa menu angkringan lain.

    Forest Cafe tampak di malam hari

    “Awalnya tempat tersebut hanyalah Miniatur Hutan (Arboretum) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sebenarnya pembenahan arboretum tersebut sudah lama direncanakan. Tetapi tidak juga terealisasi. Dan akhirnya pada tahun 2019, Manajemen Pusdikbang SDM Perhutani sendiri memutuskan untuk merubah tempat tersebut menjadi Forest Café & d’Arboretum.” Ucap Gunung Sewandono selaku Kepala Bagian Madya Bidang Keuangan SDM dan Umum Pusdikbang SDM Perhutani.

    Acara Wedding Outdoor di Forest Cafe & d’Arboretum
    Acara Forest Acoustic (Event Live Music Acoustic) yang kerap dilaksanakan setiap malam minggu

    Beliau juga menambahkan, selain dimanfaatkan sebagai café. Area tersebut juga kerap disewakan sebagai tempat mengadakan event seperti Live Music Acoustic, Pagelaran Seni hingga Outdoor Wedding. Hal ini bertujuan untuk mendorong penghasilan asset  Pusdikbang SDM Perhutani.

    Masyarakat kota madiun sendiri sangat antusias menyambut keberadaan Forest Café & d’Arboretum. Setiap harinya Forest Café selalu ramai dikunjungi terutama oleh kalangan anak muda yang gemar nongkrong dan berburu kuliner.

  • MASA PANDEMI COVID-19, PUSDIKBANG SDM PERHUTANI TETAP LAKSANAKAN SUPERVISI PRATUGAS MANDOR TAHUN 2020 SECARA ONLINE

    Madiun, 13 April 2020  |  Mengingat kondisi saat ini yang sedang mengalami Pandemi COVID-19 (Corona Virus), Pusdikbang SDM Perhutani mulai melaksanakan kegiatan Supervisi Pratugas Mandor Tahun 2020 secara Online. dengan memanfaatkan media Video Conference (Vicon). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Lab Komputer, Pusdikbang SDM Perhutani. Senin (13/04)

    Bersama dengan 27 KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan), Supervisor dan Operator dari Pusdikbang SDM Perhutani, kegiatan supervisi  online dilaksanakan pada pukul 10.00. WIB dimulai pada tanggal 13 -17 April 2020. Dengan menggunakan layanan bernama “Zoom : Video Conference”.

    “ Zoom Video Conference”  merupakan sebuah layanan konferensi video berbasiskan cloud computing. Yang mana aplikasi tersebut mengizinkan dua orang maupun lebih, dapat berinteraksi secara virtual layaknya panggilan video call. Selain sebagai media untuk berinteraksi, Zoom Video Conference juga mampu merekam dan menyimpan semua percakapan yang terjadi didalamnya, sehingga rekaman tersebut dapat dilihat kembali apabila dibutuhkan.

    Sedangkan untuk Pelaksanaan kegiatan Supervisi Online didalam lingkup Pusdikbang SDM Perhutani sendiri, berlangsung seperti pada simulasi berikut.

    Pada kegiatan Supervisi Online, akan ada 4 (Empat) pihak yang ikut terlibat secara langsung pada pelaksanaan Supervisi Online. Antara lain ; Operator Pusdikbang SDM Perhutani merupakan pihak yang bertugas menangani perbaikan error, setting vicon, dll.

    1. Operator Pusdikbang SDM Perhutani merupakan pihak yang bertugas menangani perbaikan error, setting vicon, dll.
    2. Supervisor WFH merupakan pengajar atau Tenaga Profesional Widyaiswara dari Pusdikbang SDM Perhutani  yang sedang menjalani WFH (Work From Home) maupun bekerja di kantor.
    3. Mentor/Operator yang  merupakan jajaran KSS SDM (Kepala Sub Seksi Sumber Daya Manusia) yang berasal dari KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) masing-masing yang bertugas untuk memantau dan memonitor berjalannya kegiatan Supervisi Online.
    4. Mandor KPH yang merupakan pihak yang menjalani kegiatan Supervisi Online. Pada pelaksanaannya hanya Mandor yang bersangkutan saja yang dapat berada di dalam ruangan. 

    Selain efektif sebagai media interaksi secara online atau virtual, pada pelaksanaan Supervisi Online juga mampu mempermudah dalam menyimpan atau mem-back up data. Sehingga data yang telah tersimpan dapat digunakan sebagai media evaluasi bagi Pusdikbang SDM Perhutani.

  • PUSDIKBANG SDM PERHUTANI DUKUNG KODIM 0803 MADIUN GELAR PENANAMAN DI GUNUNG KENDIL

    MADIUN, PERHUTANI (28/02/2020) | Jajaran pimpinan Pusat Pendidikan dan Pengembangan (Pusdikbang) SDM Perhutani ikut melakukan penanaman bersaman dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0803 Madiun dengan jenis bibit pohon kehutanan dan Multi Purpose Tree Species (MPTS) yang ditanam di Lapangan Tembak Gunung Kendil, Desa Pilangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jumat (28/02).

    Penanaman tersebut diikuti oleh Komandan Kodim (Dandim) 0803 Madiun dan jajarannya, Struktural Pusdikbang SDM Perhutani, jajaran Perencanaan Hutan Wilayah (PHW) II Madiun, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu, KPH Saradan, dan KPH Madiun.

    Kepala Departemen Perencanaan dan Pengembangan bersama dengan Kepala Pusdikbang SDM Perhutani

    Kepala Pusdikbang SDM, Kristomo yang diwakili oleh Kepala Departemen Perencanaan dan Pengembangan Pusdikbang SDM Perum Perhutani, Abdul Hasan menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan ini selain bertujuan untuk menghijaukan area sekitar Gunung Kendil juga untuk menambah kawasan kaya oksigen yang dapat bermanfaat bagi masyarakat serta satwa yang berada didalamnya.

    Ia juga menyampaikan dalam penghijauan tersebut ditanam sebanyak 152 bibit tanaman kehutanan  dan tanaman buah-buahan  yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar seperti, durian, rambutan, alpukat dan lainnya.

    Sementara itu Dandim 0803 Madiun, Letkol Czi Nur Alam Sucipto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Perum Perhutani yang telah ikut serta mendukung kegiatan penanaman pohon yang bertujuan untuk menghijaukan kembali lahan lahan kosong dan menjadikan lingkungan yang asri.

    Dandim 0803 Madiun, Letkol Czi Nur Alam Sucipto

    “Jika pelestarian lingkungan tidak dimulai dari sekarang, mungkin nantinya akan ada banyak dampak negatif yang terjadi disekitar kita. Maka saatnya untuk memulai penghijauan pada lahan lahan gersang,” katanya.

    https://youtu.be/xcdXxuYft4o
  • GRAND OPENING FOREST CAFE & D’ARBORETUM

    MADIUN, 29/02/2020. Masyarakat kota madiun kembali memiliki tempat nongkrong dan bersantai bersama keluarga, dengan resminya dibuka angkringan sekaligus outdoor venue bernama Forest Cafe & D’Arboretum. Sabtu (29/02/2020)

    Pembukaan secara resmi Forest Cafe & D’Arboretum ditandai dengan acara “grand opening” secara resmi yang dihadiri oleh para tamu undangan dari berbagai kalangan.

    Berlokasi di Jalan Rimba Kaya (tepat depan Sibitrem) Kartoharjo, kota Madiun. Forest Cafe & D’Arboretum menyuguhkan suasana hijaunya hutan bersamaan dengan area konservasi burung di tengah-tengah kota madiun.

    Kepala Pusdikbang SDM Perhutani bersama dengan Dr. Soeparto Widjoyo dalam acara Grand Opening Forest Cafe & D’Arboretum

    Kepala Pusdikbang SDM Perhutani, Ir. Kristomo, menyebutkan bahwa Forest Cafe & D’Arboretum tak hanya sebagai tempat untuk nongkrong saja, namun juga sebagai area wahana edukasi bagi para pemuda-pemudi kota madiun dalam peduli terhadap lingkungan.

    https://youtu.be/koIG-OE_AbA
  • PUSDIKBANG SDM PERHUTANI BERSAMA PDAM HIJAUKAN AREA KOTA MADIUN

    MADIUN, PERHUTANI (15/02/2020) | Untuk menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan dan menambah ruang terbuka hijau, Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusdikbang SDM) Perhutani bersama dengan Perusahaan Derah Air Minum (PDAM) kota Madiun melakukan penghijuan di area Kota Madiun, pada Jumat (14/02).

    Penghijaun yang dilaksanakan di taman Agrowisata PDAM Madiun dengan menanami berbagai jenis pohon, antara lain jenis rambutan, nangka, mangga, dan jenis buah-buahan lainnya.

    Penyerahan cindera mata dari Perusahaan Daerah Air Minum(PDAM) kepada Kepala Pusdikbang SDM Perhutani

    Kepala Pusdikbang SDM Perhutani, Kristomo menyampaikan bahwa penanaman tersebut dilaksanakan selain untuk melestarikan lingkungan juga untuk mempererat ikatan silaturahmi antar instansi di Kota Madiun. “Mengingat bahwa air adalah sumber dari kehidupan, maka setiap sumber air perlu dijaga secara optimal,” ujarnya.

    Menurut Kristomo, didalam area Kota Madiun ada beberapa wilayah yang memiliki potensi sumber air yang perlu dihijaukan agar ekosistem dan keseimbangannya tetap terjaga tetap lestari.

    Sementara itu Tarmiyono, selaku Bagian Perencanaan Teknik PDAM Kota Madiun menyampaikan bahwa penanaman ini dilaksanakan dalam rangka mewujudkan lingkungan bersih dan untuk menjaga ekosistem lingkungan. Ia juga menuturkan bahwa pelaksanaan penanaman pohon tersebut untuk mewujudkan lingkungan Agrowisata di dalam lingkup Kota Madiun.

    “Kami melaksanakan penanaman pohon ini dengan harapan di Kota Madiun dapat memiliki sebuah pusat taman wisata yang selain berguna untuk menjaga ekosistem lingkungan, juga dapat dijadikan sebagai tempat Agrowisata,” kata Tarmiyono.

    Menurutnya Perhutani sebagai pengelola hutan dan lingkungan, tentunya akan ikut berperan penting juga dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. “Maka dari itu bersama Perhutani kami memulai langkah awal untuk melaksanakan penanaman pohon sebagai program penghijauan,” ungkapnya.

    PERHUTANI BERUBAH! PERHUTANI BISA! PERHUTANI LUAR BIASA!

  • PERHUTANI GELAR PELATIHAN SERTIFIKASI K3 OPERATOR BOILER DI PUSDIKBANG SDM MADIUN

    MADIUN, PERHUTANI (24/02/2020) | Perhutani bekerjasama dengan PT Adhikriya Kualita Utama (Akualita) menggelar Pelatihan Sertifikasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) operator boiler yang bertujuan memberikan sertifikasi dan pemahaman dasar Kompetensi K3 yang dilaksanakan di Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusdikbang SDM) Perhutani Madiun, Senin (24/02).

    Peserta kegiatan pelatihan Sertifikasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) operator boiler

    Pelatihan tersebut diikuti oleh 19 orang peserta yang terdiri dari operator boiler kelas 1 Perum Perhutani dengan kegiatan yang terbagi menjadi 2 batch, pertama dilaksanakan mulai tanggal 24-29 Februari 2020 dan yang kedua dilaksanakan pada tanggal 2-7 Maret 2020.

    Kepala Divisi SDM dan Umum Perum Perhutani, Yulistyo Ananta Soejoso

    Kepala Divisi SDM dan Umum Perum Perhutani, Yulistyo Ananta Soejoso mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan agar seluruh pegawai mampu memahami lebih detil mengenai dasar K3 sebagai aspek penting dalam bekerja dan untuk mendapatkan sertifikasi secara sah.

    Dari kiri : Kepala Departemen Perencanaan dan Pengembangan, Kepala Divisi SDM dan Umum, Purna Pengawas K3 Disnaker Jawa Timur

    Yulisyto menambahkan bahwa kecelakaan kerja sering terjadi secara tidak terduga, sehingga diperlukan pembekalan melalui pelatihan K3, “Dengan harapan kedepan seluruh peserta mampu menerapkan hasil pelatihan ini di bagian kerja masing-masing,” katanya.

    Rudi Hendarto selaku penyelenggara dari PT Akualita

    Sementara itu Rudi Hendarto selaku penyelenggara dari PT Akualita menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut tidak hanya untuk memberikan sertifikasi kompetensi, namun juga untuk memberikan pemahaman dasar mengenai sistem K3 terutama bagi pegawai yang bekerja di bidang operator.

    Menurutnya kegiatan ini dilaksanakan sebagai bekal untuk seluruh pegawai terutama pada bagian operator yang mana mereka berada pada pengoperasian mesin, yang beresiko terjadi kecelakaan kerja.

    PERHUTANI BERUBAH! PERHUTANI BISA! PERHUTANI LUAR BIASA!

  • AREA KONSERVASI BURUNG DI PUSDIKBANG SDM PERHUTANI DIRESMIKAN WALIKOTA MADIUN

    MADIUN, PERHUTANI (30/01/2020) | Untuk menjaga keseimbangan ekosistem, Walikota Madiun meresmikan Area Konservasi Burung di Arboretum Utara Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Pusdikbang SDM) Perhutani, Kamis (30/01).

    Kepala Pusdikbang SDM Perhutani resmikan Area Konservasi Burung bersama dengan Walikota Madiun

    Ikut hadir dalam kegiatan peresmian area konservasi burung tersebut antara lain Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi III Kota Madiun, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Madiun, Komunitas Pelestari Burung Indonesia (PBI) Cabang Madiun, dan jajaran Pusdikbang SDM Perhutani.

    Walikota Madiun melaksanakan pelepasan burung

    Peresmian tersebut ditandai dengan pelepasan 6 jenis burung yakni burung kepodang, burung selendang biru, burung takur, burung betet jawa, burung gelatik wingko, dan burung sikatan. Usai pelepasan burung, para undangan melakukan penanaman di sekitar area konservasi guna menambah habitat bagi burung-burung yang telah dirilis dalam kegiatan tersebut.

    H. Maidi selaku Walikota Madiun

    Walikota Madiun H. Maidi mengungkapkan, bahwa pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk melestarikan jenis-jenis burung dan menjaga keseimbangan ekosistem terutama di area Kota Madiun.

    Walikota Madiun menuliskan pesan bagi Area Konservasi Burung

    “Ekosistem burung di perkotaan perlu didukung dengan kegiatan pelestarian lingkungan, karena hutan menjadi habitat alami bagi burung, maka mulai saat ini Kota Madiun akan kita hijaukan dan penuhi dengan pepohonan agar burung-burung di sekitarnya mampu hidup dan betah berada di sekitar lingkungan tersebut”, ujar Maidi.

    Ir. Kristomo selaku Kepala Pusdikbang SDM Perhutani

    Sementara itu Kepala Pusdikbang SDM Perhutani, Ir. Kristomo mengaku, bahwa pihaknya bersama dengan Komunitas Pelestari Burung Indonesia (PBI) Cabang Madiun siap mendukung proses pelestarian burung dan hutan terutama di area Kota Madiun.

    Dari kiri ; Walikota Madiun, Ketua Pelestari Burung Indonesia cabang Madiun, Kepala Pusdikbang SDM Perhutani

    “Arboretum di area Pusdikbang SDM Perhutani ini, memang sedari dulu digunakan sebagai area konservasi untuk berbagai jenis hewan yang hidup di hutan. Dan seiring dengan perkembangannya, kami bersama dengan komunitas PBI Cabang Madiun, memulai langkah untuk mengoptimalkan proses pelestarian burung di area tersebut melalui perilisan dan membuka area konservasi burung, dengan harapan kedepan pelestarian burung dilokasi tersebut dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang”, tutupnya.

    PERHUTANI BERUBAH!! PERHUTANI BISA!! PERHUTANI LUAR BIASA!!

  • PERHUTANI GELAR PELATIHAN CALON AUDITOR PHPL DI PUSDIK SDM MADIUN

    MADIUN, PERHUTANI (13/01/2020) |  Perhutani menggelar Pelatihan Calon Auditor PHPL (Pengelolaan Hutan Produksi Lestari) di Pusat Pendidikan dan Pengembangan (Pusdikbang) Sumber Daya Manusia (SDM) Perhutani, yang dilaksanakan  di ruang sonokeling, Pusdikbang SDM di Madiun, Senin (13/01).

    Jajaran tamu undangan yang hadir pada acara

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur SDM, Umum dan IT Perum Perhutani, Kepala Departemen Penyelenggara Asesmen dan Diklat, Direktur CV Wangoon Multi Solusi, Pengajar dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan Pusdikbang SDM Perhutani serta seluruh peserta kegiatan Pelatihan Calon Auditor PHPL.

    Seluruh peserta Pelatihan Calon Auditor PHPL (Pengelolaan Hutan Produksi Lestari)

    Dalam sambutannya Direktur SDM, Umum dan IT Perum Perhutani, Kemal Sudiro menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran yang ikut secara langsung dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, ia berharap semoga kedepannya kerja sama ini akan dapat terus berlanjut dengan baik dan optimal.

    Direktur SDM, Umum dan IT Perum Perhutani menyampaikan sambutan

    “Dalam rangka mendukung implementasi peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.38/Menhut-II/2009 jo Peraturan Menteri Kehutanan No. P. 68/Menhut-II/2011 jo Permenhut No. P. 45/Menhut-II/2012 tentang Standar dan Pedoman Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu pada Pemegang Izin atau pada Hutan Hak di atas dengan baik, maka diperlukan upaya-upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi dari semua sumberdaya manusia dan lembaga yang terlibat, salah  satu diantaranya adalah Calon auditor Lembaga Penilai dan Verifikasi Independen (LP&VI) yang berperan sebagai  penilai kinerja PHPL,” papar Kemal.

    Dari kiri : Kepala Departemen Penyelenggara Asesmen dan Diklat, Direktur SDM, Umum dan IT Perum Perhutani, Direktur CV Wangoon Multi Solusi

    Sementara Kepala Departemen Penyelenggara Asesmen dan Diklat, Haris Tri Wahjunita mewakili Kepala Pusdikbang SDM Perhutani menyampaikan ucapan terima kasih dan sambutan selamat datang kepada jajaran tamu undangan yang telah hadir beserta seluruh peserta Pelatihan Calon Auditor PHPL. Dia juga menyampaikan mengenai kegiatan Pelatihan Calon Auditor PHPL yang merupakan salah satu kesatuan dalam peningkatan Knowledge dan Kompetensi juga kegiatan tersebut adalah salah satu program dalam maintenance misi.

    Kepala Departemen Penyelenggara Asesmen dan Diklat, Haris Tri Wahjunita

    “Seperti yang diketahui sejak dulu ketika mengawali pelaksanaan program PHL (Pengelola Hutan Lestari) misi kita masih tidak berubah, yaitu ; menjadi Pengelola Hutan Lestari untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Yang secara tidak langsung hal tersebut menjadikan kita sebagai PHL. Mungkin dikarenakan telah cukupnya sertifikasi dan penghayatan, misi tersebut berubah dan disingkat menjadi Profit, Planet and People. Meskipun berubah namun kita tidak hanya fokus terhadap profit, tetapi juga fokus mengenai sosial dan lingkungan,” kata Tri Wahjunita.

    Perwakilan dari CV Wangoon Multi Solusi, Darusman

    Perwakilan dari CV Wangoon Multi Solusi, Darusman dalam sambutannya menyampaikan mengenai laporan penyelenggaraan Pelatihan Calon Auditor PHPL. Menurutnya kegiatan tersebut akan berlangsung mulai 13-  25 Januari tahun 2020.

    Foto bersama setelah acara sambutan

    Bersama dengan penjamin mutu dan pengajar yang berasal dari Pusdiklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), kegiatan ini diikuti oleh peserta sebanyak 20 orang yang terdiri dari jajaran personel Perhutani yang tersebar di setiap Kantor KPH Perhutani.

  • PELESTARI BURUNG INDONESIA Mulai Realisasikan Perilisan Burung di Pusdikbang SDM Perhutani

    MADIUN (08/01/2019) | Komunitas Pelestari Burung Indonesia (PBI) sudah mulai melaksanakan Kegiatan Perilisan Burung di dalam lingkupPusdikbang SDM (Sumber Daya Manusia) Perhutani. Kegiatan ini dilaksanakan  di Arboretum Selatan, Pusdikbang SDM Perhutani.  Rabu (08/01)

    Pusdikbang SDM Perhutani menerima kedatangan Komunitas Pelestari Burung Indonesia

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Komunitas Pelestari Burung Indonesia, Kepala Pusdikbang SDM Perhutani, dan beserta jajaran Pusdikbang SDM perhutani.

    Jalak Kerbau (Acridotheres javanicus)

    Dalam Pelaksanaannya, ada 30 ekor burung berjenis Jalak Kerbau (Acridotheres javanicus) yang hendak dirilis. Sebelum proses perilisan burung, langkah yang perlu dilakukan ialah Rehabilitasi dan Habituasi. Bersama dengan Komunitas Pelestari Burung Indonesia, Pusdikbang SDM Perhutani melaksanakan Rehabilitasi dan Habituasi pada salah satu kandang burung yang berada di Arboretum Selatan. Selanjutnya kandang tersebut akan digunakan sebagai media konservasi bagi burung-burung yang hendak dirilis.

    Komunitas Pelestari Burung melakukan rehabilitasi dan habituasi bagi kandang yang akan digunakan sebagai media konservasi
    Proses penyiapan pakan/makanan bagi burung yang hendak dirilis oleh Komunitas Pelestari Burung Indonesia

    Setelah rehabilitasi dan habituasi, selanjutnya adalah perilisan burung. Perilisan dilaksanakan oleh Kepala Pusdikbang SDM Perhutani, Ir. Kristomo bersama dengan rekan Jajaran Pusdikbang SDM Perhutani dan Pelestari Burung Indonesia. Beliau menuturkan program konservasi ini akan terus berlanjut hingga beberapa bulan kedepan.

    Ir. Kristomo selaku Kepala Pusdikbang SDM Perhutani ikut serta dalam pelaksanaan rehabilitasi dan habituasi
    Komunitas Pelestari Burung bersama dengan Kepala Pusdikbang SDM Perhutani beserta jajaran

    “Pusdikbang SDM Perhutani siap menyediakan habitat yang cocok bagi burung-burung yang hendak di konservasi. Semoga kedepannya program ini dapat terus berlanjut seiring berjalannya waktu.” Ungkap beliau.

    Proses perilisan burung jalak kerbau oleh Kepala Pusdikbang SDM Perhutani bersama jajaran yang ikut hadir pada kegiatan tersebut
    Proses perilisan burung jalak kerbau

    Mas Catur yang merupakan perwakilan dari komunitas Pelestari Burung Indonesia juga menambahkan bahwa perilisan burung Jalak Kerbau ini merupakan suatu langkah untuk mengawali proses konservasi burung tepatnya di dalam lingkup kota madiun.

    Burung Jalak Kerbau setelah proses perilisan
    Burung Jalak Kerbau terlihat menikmati habitat baru

    “Mengingat rencana yang akan datang, pada akhir februari akan dilaksanakan penetapan konservasi burung. Dan dari hasil diskusi yang dilaksanakan sebelumnya, Pusdikbang SDM Perhutani ditetapkan menjadi salah satu rekomendasi yang mempunyai habitat yang cocok sebagai tempat konservasi burung.” Ungkapnya.

    PERHUTANI BERUBAH! PERHUTANI BISA! PERHUTANI LUAR BIASA!

  • PELESTARI BURUNG RANGKUL PEMKOT MADIUN UNTUK ADAKAN KONSERVASI DI PUSDIKBANG SDM PERHUTANI

    MADIUN, PERHUTANI (19/12/2019) | Komunitas Pelestari Burung Indonesia (PBI) melaksanakan Kegiatan Diskusi dan Pelepasan Burung di lingkup Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusdikbang SDM) Perhutani. Kegiatan ini berlangsung di Forest Cafe, ‘Arboretum Utara’ Pusdikbang SDM Perhutani Madiun,  Kamis (19/12).

    Kegiatan untuk menyusun rencana dan pelaksanaan mengenai proses pelestarian dan perlindungan burung di lingkup Kota Madiun tersebut dihadiri oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun, Dinas Pertanian, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Komunitas Pelestari Burung Indonesia (PBI), dan jajaran Pusdikbang SDM Perhutani.

    Kepala Pusdikbang SDM Perhutani, Kristomo menyampaikan jika pihaknya siap mendukung proses pelestarian burung tersebut. “Saat ini Pusdikbang SDM Perhutani juga sudah mulai menanam tanaman yang buahnya bisa dimakan oleh hewan liar terutama burung. Semoga nantinya kegiatan seperti ini mampu menjadikan hutan kota sebagai pusat ekologi, penyelamatan satwa, penghasil oksigen, observasi, dan lain-lain,” ucapnya.

    Bp. Kristomo selaku Kepala Pusdikbang SDM Perhutani

    Bp. Kristomo menambahkan bahwa ‘Arboretum’ Pusdikbang SDM Perhutani adalah tempat yang tepat dalam proses perilisan burung, “Karena suasana hutan yang asri dan alami merupakan habitat yang cocok untuk burung,” tambahnya.

    Dari Kiri ; Mas Catur dari Komunitas Pelestari Burung Indonesia, Bp. Rudy Wisnu Wardana Anggota DPRD Kota Madiun , dan Bp. Kristomo Kepala Pusdikbang SDM Perhutani

    Sementara itu Bp. Rudy Wisnu Wardana Anggota DPRD Kota Madiun juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini memang sudah waktunya untuk direalisasikan di kota madiun.  Dia menyoroti banyaknya perburuan terhadap burung, perlu dilaksanakan pelestarian demi menjaga ekosistem.

    Dari kiri ; Mas Catur selaku Perwakilan dari Komunitas Pelestari Burung Indonesia bersama dengan Bp. Rudy Wisnu Wardana yang merupakan Anggota DPRD Kota Madiun

    “Di era sekarang ini, burung yang memiliki nilai ekonomis atau laku untuk dijual pasti akan diburu. Mungkin seharusnya langkah awal yang dilakukan ialah membuat penangkaran bagi burung-burung yang dilindungi dan menyusun Peraturan Daerah (Perda) mengenai pelestarian dan perlindungan bagi burung,” ungkapnya.

    Sebelumnya pada acara tersebut dilakukan pelepasan burung berbagai jenis, diantaranya burung canting, burung talokan, jalak, kacer, dan sejenisnya.

    Salah satu anggota dari PBI, Sdr. Catur menuturkan bahwa sudah waktunya untuk melakukan pelestarian burung di lingkup hutan kota. Sebelumnya Komunitas PBI telah melakukan pelepasan burung di beberapa titik kota Madiun, seperti, Stadion Wilis, Taman Wisata Trembesi, Taman Bantaran, Hutan Kota Madiun, dan tempat lainnya.