
MADIUN, PERHUTANI (20/12/2023) | Penanaman perdana Pembanguan Konservasi ex-situ Kebun Plasma Nutfah Durian dilaksanakan di Petak 106 RPH Katerban, BKPH Purworejo, KPH Kedu Selatan, Desa Tlogoguwo, Kec. Kaligesing, Kabupaten Purworejo pada Selasa, 18 Desember 2023. Hadir dalam acara tersebut Direktur Perencanaan dan Pengembangan Perhutani, Endung Trihartaka, Prof. Dr. Ir. Mohammad Naiem beserta perwakilan dosen Fakultas kehutanan UGM, Wakil kepala Perhutani Forestry Iinstitute (PeFi) Haris Tri Wahjunita, Kepala Divisi Regional Jawa Tengah Ratmanto Trimahono, Kepala KPH Kedu Selatan beserta jajaran Asper dan RPH, Kepala PHW II Yogyakarta, Forkopimcam kec. Kaligesing dan ketua serta perwakilan anggota LMDH Rukun Lestari.
Penanaman perdana Pembangunan Konservasi Ex-Situ dan Kebun Plasma Nutfah Durian Lokal ini dilakukan untuk mendukung Pemuliaan dan Pengembangan Durian Unggul di Indonesia. Kegiatan diawali dengan sambutan-sambutan dan arahan dari Direktur Perencanaan dan pengembangan Perhutani, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan penanaman bersama.
Dalam sambutannya Usep Rustandi Adm KPH kedu selatan menyampaikan bahwa pengembangan Durian unggul ini merupakan kerja sama antara Perhutani dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). “Tanaman yg akan ditanam merupakan benih dari berbagai penjuru Indonesia dan akan ditanam dalam dua tahap yaitu tahap awal 2023 dan tahap selanjutnya 2024.” Ungkapnya.
Dalam arahannya Direktur Perencanaan dan Pengembangan Perhutani menyampaikan kepada Kepala KPH beserta jajaran. “KPH Kedu Selatan agar menjaga Konservasi ex-situ Kebun Plasma Nutfah Durian sehingga tidak ada tanaman yang mati dan PeFi melakukan digitasi dan digitalisasi sehingga monitoring pohon perpohon dapat dilakukan melalui kontrol room di kantor pusat.” Ucapnya.
Prof Mohammad Naiem menjelaskan bahwa Durian yang ditanam terdiri dari berbagai jenis diantaranya Musangking, Bawor, Cane, Duri hitam, super tembaga, dan Durian merah. Pada tahun 2024 akan dilakukan eksplorasi terhadap sekitar 800 pohon induk Durian Kalimantan, Sulawesi, NTT, dan Papua kita tanam di sini sebagai uji genetik. “Semoga program pengembangan Durian ini dapat mengangkat nama Durian kaligesing ke kancah nasional, bermanfaat bagi masyarakat dan menambah income bagi perhutani dengan menjadi agroekowisata Durian dan multiusaha kehutanan bagi perhutani. Buah lain yang ditanam di lokasi ini selain Durian juga termasuk petai, jengkol, dan manggis. Setalah tanaman pokok Durian bagus baru dikembangkan secara vegetatif.” Imbuhnya.
Tinggalkan Balasan