Kepala Perhutani Forestry Institute (PeFI) dan Kepala Departemen Learning Center melaksanakan pertemuan dengan Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc.F.Trop sebagai Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University beserta jajaran dalam rangka diskusi dan pembahasan Bidang Kehutanan bertempat di Departemen Learning Center, Perhutani Forestry Institute.
Melalui komunikasi dan pertukaran pengetahuan dengan kalangan akademisi, diharapkan PeFI dapat terus berkembang, adaptif terhadap tantangan sektor kehutanan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pengelolaan hutan di Indonesia.
Bersama membangun pengetahuan, mengembangkan inovasi, dan mewujudkan kehutanan berkelanjutan.
Departemen Riset dan Inovasi, Perhutani Forestry Institute (PeFI), menjajaki kerja sama riset dengan Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah II Makassar dalam upaya membangun sumber benih unggul jenis Pinus merkusii. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan sumber benih unggul sekaligus memperkuat ketersediaan benih pinus yang berkualitas dan bersertifikat untuk mendukung pembangunan hutan produktif dan berkelanjutan.
Kegiatan dilaksanakan pada 14 Oktober 2026 bertempat di Departemen Riset dan Inovasi, PeFI. Pertemuan dihadiri oleh para peneliti Departemen Riset dan Inovasi beserta jajaran, Kepala Seksi Perencanaan Riset, Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, serta Kepala BPTH Wilayah II Makassar beserta jajaran. (14/10)
Dalam sambutannya, Peneliti Madya Perencanaan dan Kelembagaan Departemen Riset dan Inovasi PeFI, Imam Suhudi menyampaikan gambaran mengenai profil dan peran PeFI, khususnya dalam mendukung pengembangan riset, inovasi, pemuliaan tanaman, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk menjawab kebutuhan Perhutani dan sektor kehutanan.
“Perhutani Forestry Institute memiliki peran strategis dalam pengembangan pengetahuan, riset dan inovasi kehutanan. Melalui kolaborasi dengan BPTH Wilayah II Makassar, kami berharap dapat memperkuat sinergi dalam pembangunan sumber benih unggul Pinus merkusii, sehingga hasil riset tidak hanya berhenti pada kegiatan penelitian, tetapi dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas hutan,” ujar Imam.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPTH Wilayah II Makassar, Evi Budiaryanti menyampaikan bahwa kunjungan ke PeFI merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan kolaborasi terkait proses pembangunan Kebun Benih Semai Pinus merkusii.
“Tujuan kami datang ke Perhutani Forestry Institute adalah untuk berdiskusi dan berkolaborasi terkait proses pembangunan Kebun Benih Semai Pinus merkusii. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mendorong tersedianya sumber benih unggul Pinus yang berkualitas dan bersertifikat. Selama ini, salah satu sumber benih unggul Pinus yang kami ketahui berasal dari Perhutani,” ungkap Evi.
Sementara itu, Peneliti Pemuliaan dan Budidaya Tanaman FGS dan Jenis Lain Departemen Riset dan Inovasi PeFI, Rika Rahmawati menjelaskan proses pembangunan Kebun Benih Semai Pinus merkusii. Ia menyampaikan bahwa pembangunan kebun benih tidak terlepas dari proses pemuliaan pohon yang membutuhkan tahapan panjang dan waktu yang tidak singkat, mulai dari pemilihan materi genetik unggul, pengujian, evaluasi, hingga diperoleh sumber benih yang memiliki kualitas genetik sesuai dengan tujuan pemuliaan.
Diskusi tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan pemahaman mengenai tahapan pembangunan sumber benih, kebutuhan materi genetik, pengelolaan kebun benih, serta peluang kolaborasi riset antara PeFI dan BPTH Wilayah II Makassar.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat terbangun sumber benih Pinus merkusii yang unggul, berkualitas, produktif, dan bersertifikat, sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas tegakan, menyediakan benih berkualitas untuk pembangunan hutan, memperkuat pengelolaan hutan secara berkelanjutan, serta membuka peluang pengembangan potensi hasil hutan Pinus merkusii di masa mendatang.
Bojonegoro – Departemen Riset dan Inovasi (Dep RI) Perhutani Forestry Institute (PeFI) sebagai Lembaga Riset dan Inovasi dipercaya menjadi narasumber dan berkolaborasi dengan SMP Negeri 1 Kedewan, Bojonegoro, dalam pelaksanaan Program Kokurikuler bertema “Lingkunganku Sehat dan Masyarakatku Kuat” yang bertempat di Aula SMP Negeri 1 Kedewan, Bojonegoro.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara dunia riset dengan dunia pendidikan dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian peserta didik terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta membangun perilaku hidup bersih dan sehat.
Pada kesempatan tersebut, Dep RI PeFI memberikan materi praktik pembuatan kompos dari sampah organik sekolah sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Melalui praktik langsung ini, peserta didik diajak untuk memahami proses pengolahan sampah menjadi pupuk yang bernilai guna.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta didik dapat meningkatkan pengetahuan, kepedulian, dan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan hidup sehat, membangun karakter peduli lingkungan, serta mendorong peran aktif generasi muda dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, lestari, dan masyarakat yang kuat serta berdaya.
Dalam rangka memperingati Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang mengusung Tema : “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Perhutani Forestry Institute melaksanakan kegiatan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Upacara, Departemen Learning Center (Madiun) dan Departemen Riset Inovasi (Cepu) Perhutani Forestry Institute.
Departemen Learning Center, Perhutani Forestry Institute menyelenggarakan Growth Leadership Program – Diklat Kepemimpinan 2 Teknis Kehutanan (GLP – KP 2 TK) tahun 2026 guna meningkatkan kompetensi memimpin unit kerja secara komprehensif, mengintegrasikan kecakapan manajerial dengan penguasaan teknis kehutanan tingkat lanjut secara efektif sesuai standar operasional perusahaan serta peraturan dan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan Opening Pelatihan dilaksanakan pada hari Senin, 21 September 2026 secara online (daring) dihadiri oleh Kepala Perhutani Forestry Institute, Kepala Departemen Pelayanan dan Hubungan Industrial Kantor Pusat, Kepala Departemen Learning Center beserta jajaran, segenap Pengajar GLP KP 2 TK, segenap peserta Diklat GLP KP 2 TK Angkatan I dan II Tahun 2026.
Peserta pelatihan Diklat GLP KP 2 TK Tahun 2026 diikuti Karyawan Jenjang Jabatan V (KRPH) sebanyak 60 orang berasal dari Divisi Regional Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat & Banten dengan waktu pelaksanaan sebagai berikut :
Angkatan I pada tanggal 21 September 2026 – 23 Oktober 2026.
Angkatan II pada tanggal 26 Oktober 2026 – 27 Nopember 2026. Metode pelaksanaan secara blended learning, yang meliputi : Pembelajaran mandiri (Asynchronous) melalui aplikasi CERDAS, Pembelajaran tatap muka (Synchronous) melalui online dengan aplikasi Zoom, Praktik lapangan secara offline / luring di Perhutani Forestry Institute, Evaluasi pembelajaran melalui aplikasi PIJAR.
Melalui kegiatan ini diharapkan peserta dapat meningkatkan kompetensi kepemimpinan, profesionalisme, dan kemampuan teknis manajerial dalam mendukung kinerja serta pencapaian tujuan Perusahaan.
Departemen Learning Center, Perhutani Forestry Institute telah menyelenggarakan Short Course Aset Biologis Tanaman dalam Pengelolaan Hutan Perum Perhutani.
Kegiatan dilaksanakan hari Kamis pada tanggal 10 September 2026 bertempat di KPH Bogor Divisi Regional Jawa Barat dan Banten yang dihadiri oleh Kepala SPI beserta jajaran, peserta dari Divisi Regional Jawa Barat dan Banten meliputi Perwakilan dari Departemen Perencanaan SDH, Perwakilan Departemen SDMU, IT dan Keuangan, Perwakilan PHW Bogor, Perwakilan KPH Bogor dan Tenaga Pengajar Perhutani Forestry Institute (Bapak Darmoko)
Acara dilaksanakan secara luring dengan sistem pengajar mendatangi lokasi peserta, dimaksudkan sebagai simulasi pelatihan yang lebih intensif, efektif, dan aplikatif di lapangan
Pelatihan ini bertujuan untuk Meningkatkan kemampuan jajaran KPH dalam menyusun rencana kerja, Menghitung realisasi produksi dan nilai ekonomi potensi tanaman sesuai regulasi perusahaan, Mendukung pengambilan keputusan yang akurat guna menjamin keberlanjutan usaha.
Melalui Short Course (Pelatihan) Aset Biologis Tanaman Tahun 2026, diharapkan peserta mampu meningkatkan kompetensi dan pemahaman terkait pengelolaan, penilaian, serta pelaporan aset biologis tanaman secara profesional dan sesuai standar yang berlaku, sehingga mendukung tata kelola aset yang akuntabel, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi Perusahaan.
Departemen Learning Center, Perhutani Forestry Institute menyelenggarakan Diklat Ganis PH Pemanenan Hutan (Nenhut) Angkatan III -IV Tahun 2026, guna mendukung operasional percepatan pendapatan perusahaan dan mendukung proses bisnis Perusahaan dalam penatausahaan dan tata kelola hutan serta komitmen pemenuhan jumlah pemegang sertifikasi mandatory (GANISPH).
Kegiatan Opening Pelatihan dilaksanakan pada hari Senin, 9 September 2026 secara online (daring) dihadiri antara lain :
Kepala Perhutani Forestry Institute
Wakil Kepala Perhutani Forestry Institute
Kepala Departemen Learning Center beserta jajaran
Segenap Pengajar Diklat GANISPH Pemanenan Hutan dan segenap Kepala Seksi Lingkup Perhutani Forestry Institute
Segenap peserta Diklat GANISPH Pemanenan Hutan angkatan III – IV Tahun 2026.
Peserta pelatihan Diklat Ganis PH Pemanenan Hutan (Nenhut) Angkatan III – IV Tahun 2026 dengan Rencana jumlah peserta sebanyak 76 orang yang terbagi dalam 2 angkatan, dengan jabatan Mandor (pegawai Perhutani) dan Pembantu Mandor (Outsourching), peserta berasal dari : • Divre Jateng : 23 orang • Divre Jatim : 46 orang • Divre Janten : 7 orang Pelaksanaan pada tanggal 09 September s.d. 09 Oktober 2026
Metode pelaksanaan secara blended learning, yang meliputi :
Pembelajaran mandiri (Asynchronous) melalui aplikasi CERDAS.
Pembelajaran tatap muka (Synchronous) melalui online dengan aplikasi Zoom.
Praktik lapangan secara offline / luring di Perhutani Forestry Institute.
Evaluasi pembelajaran melalui aplikasi PIJAR.
Melalui Diklat GANIS PH Pemanenan Hutan (Nenhut) Angkatan III – IV Tahun 2026, diharapkan peserta mampu meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap standar pemanenan hutan sehingga mendukung pengelolaan hutan yang lestari, aman, dan berkelanjutan
Kolaborasi Perhutani Forestry Institute × Polifurneka mempertemukan riset, pendidikan, teknologi, dan kreativitas untuk mendorong pemanfaatan kayu jati plus Perhutani (JPP) yang lebih inovatif dan bernilai tambah.
Dengan kolaborasi, bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga pengetahuan, inovasi, dan dampak yang berkelanjutan.
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) adalah lembaga pelaksana kegiatan kompetensi kerja yang mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan Relisensi adalah kegiatan penilaian oleh Tim BNSP tentang kinerja LSP selama 5 tahun sebagai bentuk pengakuan dan pemberian ijin kembali dari BNSP kepada LSP Perhutani untuk dapat melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja atas nama BNSP.
Dalam rangka pelaksanaan pemantauan kepatuhan LSP Perhutani terhadap penerapan pedoman Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta mendukung proses Relisensi LSP Perhutani. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Perhutani melaksanakan kegiatan relisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada 5-6 September 2026 di Perhutani Forestry Institute. Tim asesor lisensi dari BNSP, yaitu Bapak Muhammad Zubair selaku ketua asesor dan Bapak Hendriyan Matheus selaku anggota asesor, hadir untuk melakukan asesmen secara langsung bertempat di Ruang Rapat Utama Perhutani Forestry Institute.
Melalui kegiatan relisensi ini, LSP berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan sertifikasi profesi demi menghasilkan tenaga kompeten yang berdaya saing tinggi untuk mendukung kelestarian hutan.
Perhutani Forestry Institute (PeFI) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pengembangan riset dan inovasi kehutanan melalui kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian Sengon. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya mendorong pemanfaatan hasil penelitian dan inovasi kehutanan agar dapat diterapkan secara nyata dalam mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas tanaman Sengon serta menjawab berbagai tantangan lingkungan dalam pengelolaan hutan Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bibit Sengon unggul yang memiliki karakter tahan terhadap kekeringan dan tahan terhadap genangan untuk selanjutnya ditanam di wilayah Perhutani. Penyerahan bibit tersebut menjadi salah satu bentuk nyata hilirisasi hasil penelitian, dimana inovasi yang dihasilkan melalui proses riset dapat dilanjutkan pada tahap implementasi dan pengujian di lapangan. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi secara ilmiah, tetapi juga mampu memberikan manfaat langsung bagi pengelolaan hutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan bibit Sengon tahan kekeringan dan tahan genangan yang diserahkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan tanaman Sengon unggul di lapangan sekaligus memberikan informasi dan pembelajaran mengenai kemampuan adaptasi tanaman terhadap kondisi lingkungan yang berbeda. Riset menghasilkan inovasi, inovasi diterapkan di lapangan, dan kolaborasi menjadi kekuatan untuk mewujudkan hutan yang unggul, adaptif, produktif, dan berkelanjutan.