

Dalam rangka menghimpun masukan serta memperkuat arah pengembangan bisnis biomassa di Perhutani, Departemen Riset dan Inovasi, Perhutani Forestry Institute (PeFI) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Bisnis Biomassa Hulu–Hilir dengan dua topik utama, yaitu Silvikultur dan Pemuliaan serta Standarisasi dan Kualitas.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 4 Maret 2026 secara hybrid, bertempat di Aula Grha Wira Wanayasa, Departemen Riset dan Inovasi PeFI, serta diikuti oleh peserta dari berbagai unit kerja di lingkungan Perhutani, meliputi Kantor Pusat, Divisi Regional Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Banten, serta Perhutani Forestry Institute.
Acara dibuka oleh Kepala Perhutani Forestry Institute, Bapak Moch. Farid Januardi, yang menyampaikan bahwa forum diskusi ini menjadi sarana penting untuk memperkaya perspektif sekaligus memperkuat arah pengembangan bisnis biomassa di Perhutani. Berbagai hasil riset yang telah dilakukan oleh Departemen Riset dan Inovasi diharapkan dapat menjadi referensi dalam mendukung pengambilan keputusan strategis di masa mendatang.
Dalam sesi pemaparan, para peneliti menyampaikan berbagai hasil kajian terkait pengembangan biomassa yang mencakup kondisi eksisting tanaman biomassa, strategi pengelolaan dan pemuliaan tanaman, pengembangan green biomassa, serta kajian keekonomian pengelolaan biomassa mulai dari proses produksi hingga sistem angkutan.
Untuk memperkaya pembahasan, kegiatan ini juga menghadirkan Tim Pengkaji, yaitu Bapak Tomy Listyanto, S.Hut., M.Env.Sc., Ph.D., pakar di bidang Teknologi Hasil Hutan, bersama para pimpinan unit terkait di lingkungan Perhutani yang meliputi Satuan Pengawasan Intern, Divisi Pengembangan Bisnis, Divisi Perencanaan SDH, Divisi Pengelolaan SDH, Divisi Produksi, Divisi Komersial Hasil Hutan Kayu, serta Divisi Industri Hasil Hutan.
Melalui forum diskusi ini diharapkan diperoleh berbagai masukan strategis terkait pengembangan biomassa secara terintegrasi dari hulu hingga hilir guna mendukung pengelolaan sumber daya hutan yang lebih produktif, bernilai tambah, dan berkelanjutan di lingkungan Perhutani.
Tinggalkan Balasan