Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan(Diklat) bagi Pendamping Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 03 sd 12 November 2025 di Aula Grha Wanajava Perhutani Forestry Institute.
PeFI – Acara graduasi bagi peserta Executive Development Program (EDP) Angkatan 1 dan 2 telah dilaksanakan pada Kamis, 30 Oktober 2025. Hal ini menandai berakhirnya dua bulan pelatihan intensif yang bertujuan mencetak pemimpin strategis masa depan. Pelatihan Executive Development Program angkatan 1 dan 2 diselenggarakan dengan metode hybrid, menggabungkan sesi tatap muka mendalam dengan pembelajaran daring (online) yang fleksibel, untuk memastikan para eksekutif mampu beradaptasi dengan dinamika bisnis yang serba cepat. Program ini difokuskan pada penguatan kompetensi kepemimpinan, strategi bisnis, dan inovasi. Acara graduasi juga memberikan apresiasi kepada para peserta yang menunjukkan performa dan komitmen terbaik di setiap angkatan. Berikut adalah nama-nama yang berhasil meraih predikat Juara Kelas atas capaian akademis dan kontribusi terbaik selama program berlangsung :
Angkatan 1 Juara 1 : DODDY JULI IRAWAN DIVISI SUMBER DAYA MANUSIA Juara 2 : ANOM KALBUADI DIVISI SUMBER DAYA MANUSIA Juara 3 : SISKA KUSUMAWATI KBM IHHBK JAWA TENGAH
Angkatan 2 Juara 1 : MUNAWAR SUKOWATI DIVISI MULTI USAHA KEHUTANAN Juara 2 : SITI KHASANAH PHW III BANDUNG Juara 3 : IWAN YULIAWAN SUNARYA DIVISI MULTI USAHA KEHUTANAN
Perhutani berkomitmen untuk melanjutkan program pengembangan eksekutif semacam ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam penguatan kapabilitas organisasi.
PeFI – Sebagai bagian esensial dari rangkaian acara graduasi, para peserta Executive Development Program (EDP) Angkatan 1 dan 2 melaksanakan kegiatan Company Visit yang strategis pada Rabu, 29 Oktober 2025.
Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan perspektif praktis dan wawasan mendalam mengenai inovasi tata kelola pemerintahan daerah serta pengembangan bisnis hasil hutan non-kayu.
Rombongan peserta EDP mengawali kunjungan ke Pemerintah Kota Madiun. Para eksekutif masa depan ini diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Madiun beserta jajaran. Dalam sesi diskusi, para peserta EDP mendapatkan paparan mengenai : Strategi Pembangunan Kota, Tata Kelola Pemerintahan, serta Inovasi-Inovasi yang berhasil diterapkan di Kota Madiun.
Perjalanan dilanjutkan ke Rumah Atsiri di Karanganyar. Rumah Atsiri dikenal sebagai pusat edukasi, penelitian, dan bisnis produk turunan minyak atsiri yang inovatif, yang sangat relevan dengan upaya Perhutani dalam diversifikasi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Para peserta mengamati langsung proses dari hulu (penanaman dan panen tanaman atsiri) hingga hilir (proses distilasi dan pengembangan produk jadi, seperti kosmetik dan aromaterapi). Di samping itu, peserta juga mempelajari terkait Strategi Marketing dan Branding.
Kegiatan Company Visit ini menjadi penutup yang berharga, melengkapi materi kelas yang telah mereka terima. Para peserta kini dinilai telah siap untuk mengimplementasikan ilmu dan wawasan strategis yang diperoleh selama mengikuti Executive Development Program guna memimpin perubahan di unit kerja masing-masing pasca graduasi.
Dalam rangka memperingati 97 Tahun Sumpah Pemuda yang mengusung Tema : “Pemuda Pemudi Bergerak Indonesia Bersatu.”, Perhutani Forestry Institute melaksanakan kegiatan Upacara Peringatan 97 Tahun Sumpah Pemuda. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Upacara, Departemen Learning Center (Madiun) dan Departemen Riset Inovasi(Cepu) Perhutani Forestry Institute.
Assessment Center Perhutani (ACP) melaksanakan kegiatan Seleksi Rekrutmen Internal Karyawan Tetap PT INKA Multi Solusi Service (PT IMSS) Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2025 secara daring menggunakan platform Tes Online Perhutani (TOP) dan Zoom Meeting, dimana diikuti oleh 75 orang peserta.
Perhutani Forestry Institute (PeFI) menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (PBJP) Level 1 Tahun 2025. Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta dan dilaksanakan mulai tanggal 21 Oktober 2025 s.d 5 November 2025 secara online menggunakan aplikasi Zoom Meeting.
PEFI, PERHUTANI (15/10/2025) | Perhutani Forestry Institute (PeFI) menerima kunjungan siswa-siswi Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya dalam rangka memberikan edukasi tentang Pendidikan lingkungan dan Pentingnya kelestarian alam, bertempat di Departemen Learning Center PeFI, Madiun pada Rabu (15/10).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis PeFI, Liliana Dwi Widjajati; Tenaga Pengajar PeFI, Heri Cahyono dan Dina Rahayu; serta 12 orang guru pendamping. Kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh siswa kelas V Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya yang berjumlah 41 orang.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Perhutani Forestry Institute (PeFI), Liliana Dwi Widjajati, menyampaikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan kegiatan. Dalam sambutannya, beliau turut memperkenalkan PeFI sebagai pusat pembelajaran (learning center) yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, serta menjadi tempat penyelenggaraan seluruh program pendidikan kehutanan dan pengelolaan hutan lestari. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan hutan kepada para siswa agar dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Lebih lanjut, beliau menyampaikan harapan agar anak-anak mampu memahami berbagai hal yang perlu dilakukan dalam menjaga kelestarian hutan.
“Kami berterimakasih atas kunjungan dari adek-adek SD Muhammadiyah 20 Surabaya di Perhutani Forestry Institute untuk diperkenalkan materi dan praktek lapangan, antara lain : mengukur diameter pohon, mengukur ketinggian pohon, dan melihat tanaman hutan.” ungkapnya.
Sementara itu Wali Murid Kelas V dan Koordinator Kegiatan dari Sekolah SD Muhammadiyah 20 Surabaya, Linda Setiawati mengungkapkan bahwa kegiatan Pendidikan Lingkungan kali ini bertujuan untuk membuat anak-anak lebih mengenal dan mengetahui cara untuk melestarikan lingkungan. Harapannya mereka bisa menjaga kelestarian alam terutama kelestarian hutan yang ada di Indonesia.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah agar murid-murid kelas V dapat menghargai dan menjaga lingkungan, selain itu mereka dapat mengenal berbagai macam jenis tumbuhan karena banyak jenis-jenis pohon yang belum diketahui oleh mereka. Belajar tentang betapa pentingnya peran lingkungan hidup serta hutan dengan cara yang lebih menyenangkan. Harapan kami semoga dengan kunjungan ini siswa-siswi mampu menerima pengetahuan baru tentang lingkungan hidup dan hutan bersama pengajar dari Perhutani,” ungkapnya.
Perhutani Forestry Institute (PeFI) bersama Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Magetan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan VI dan VII Kabupaten Magetan Tahun 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Perhutani Forestry Institute (PeFI) mulai tanggal 12 s.d 16 Oktober 2025.
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Perhutani Melaksanakan Uji Kompetensi Tenaga Teknis Pengelolaan Hutan (GANISPH) Pembinaan Hutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Perhutani Forestry Institute pada tanggal 08 s.d. 10 Oktober 2025 diikuti oleh peserta sebanyak 20 orang.
PEFI, PERHUTANI (08/10/2025) | Plt Direktur Utama, Natalas Anis Harjanto melakukan kunjungan kerja ke Perhutani Forestry Institute (PeFI) dalam rangka kegiatan bertajuk “Strategi Pengelolaan Jati Perum Perhutani untuk Penguatan Hutan Berkelanjutan”, yang diselenggarakan di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pemalang, Selasa (07/10)
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat strategi pengelolaan kayu jati yang berkelanjutan melalui observasi lapangan dan diskusi teknis di beberapa lokasi, yaitu Petak 132a RPH Paduraksa BKPH Slarang, Petak 46c RPH Klapanunggal BKPH Bantarsari, serta Petak 49a RPH Klapanunggal BKPH Bantarsari.
Turut hadir dalam kegiatan ini Board of Advisor Perhutani Forestry Institute, Mohammad Naiem; Plt Direktur Utama, Natalas Anis Harjanto; Direktur Perencanaan dan Pengembangan, Endung Trihartaka; Kepala Perhutani Forestry Institute, Moch Farid Januardi; Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Tengah A. Fadjar Agung Susetyo; Wakil Kepala Perhutani Forestry Institute Achmad Basuki; Kepala Divisi Pengelolaan SDH Komarudin; Kepala Divisi Perencanaan SDH Dewanto; Kepala Divisi Komersial HHK Prihono Mardi; Kepala Departemen Pengelolaan SDH Sugi Purwanta; General Manager Komersial Kayu Jawa Tengah Ahmad Rusliadi; ADM KPH Pemalang Uum Maksum beserta jajaran; Kepala Departemen Riset dan Inovasi Chorirotun Nur Ulifah; serta para peneliti dari Departemen Riset dan Inovasi PeFI.
Dalam arahannya, Plt Direktur Utama Perum Perhutani, Natalas Anis Harjanto, menekankan pentingnya penguatan kembali pendapatan utama perusahaan yang bersumber dari pengelolaan kayu jati dan getah pinus. Ia juga menyampaikan diperlukan penyusunan peta jalan (roadmap) yang komprehensif agar seluruh proses budidaya hingga pemasaran dapat berjalan efektif dan terintegrasi.
“Kita akan meningkatkan potensi pendapatan utama kita, khususnya dari kayu jati dan getah pinus. Diperlukan roadmap yang jelas, dari hulu hingga hilir, agar budidaya jati dapat berjalan optimal sejak tahap persemaian hingga pemasaran. Dengan sinergi seluruh direktorat, Insya Allah target ini dapat tercapai dengan lebih cepat dan efektif,” ujar Natalas.
Menambahkan hal tersebut, Mohammad Naiem menyampaikan apresiasinya terhadap langkah pengembangan Jati Plus Perhutani (JPP) yang telah dilakukan oleh Perhutani.
“JPP PHT 1 dan PHT 2 merupakan inisiatif yang luar biasa. Langkah yang diambil oleh Perhutani memberikan manfaat nyata dan mencerminkan core business dalam pengelolaan jati, yang diharapkan dapat terus eksis secara berkelanjutan.” ungkapnya.
Melalui kegiatan kunjungan lapangan ini, diharapkan Perhutani Forestry Institute (PeFI) memperoleh rekomendasi strategis guna memperkuat arah kebijakan pengelolaan jati Perum Perhutani secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, dalam rangka mendukung peningkatan produktivitas, nilai tambah, dan keberlanjutan pengelolaan hutan jati di masa mendatang.