Kategori: Post Data

  • PERHUTANI FORESTRY INSTITUTE TERIMA MAHASISWA POLITEKNIK NEGERI MADIUN MAGANG DAN PENELITIAN

    MADIUN, PERHUTANI (3/3/2021) | Perhutani Forestry Institute (PeFI) menerima mahasiswa dari Politeknik Negeri Madiun yang akan melaksanakan magang dan penelitian di PeFI Madiun pada Rabu (3/3).

    Ketiga mahasiswa tersebut terdiri dari 2 orang mahasiswa Fakultas Administrasi Bisnis yang melaksanakan magang dan 1 orang mahasiswa dari Fakultas Bidang Kearsipan akan melakukan penelitian di PeFI yang dijadwalkan sampai akhir bulan Mei 2021.

    Gunung Sewandono, selaku Kepala Bagian Utama Bidang Keuangan, SDM dan Umum menyatakan bahwa nantinya para mahasiswa tersebut akan dibimbing dan diedukasi mengenai bisnis dan administrasi yang berjalan di dalam lingkungan PeFI.

    “Di dalam lingkungan PeFI terdapat banyak sekali aset seperti Guest House Eboni yang merupakan penginapan, Forest Cafe & d’Arboretum, Jasa Sewa Gedung untuk acara event dan lain-lain. Aset tersebut dapat dimanfaatkan oleh mereka untuk dipelajari lebih lanjut mengenai sistem administrasi, bisnis, kearsipan, dan lain-lain. Sehingga kedepannya diharapkan mereka mendapatkan edukasi, pengalaman kerja dan dapat memahami sistem kerja perusahaan secara optimal.” tuturnya.

    Dalam kesempatan yang sama, perwakilan mahasiswa dari Politeknik Negeri Madiun, Nabila menyampaikan antusiasnya pada pelaksanaan magang di Perhutani Forestry Institute.

    “Sebuah pengalaman baru dapat melaksanakan magang di Perhutani Forestry Institute terutama terkait bidang administrasi dan bisnis. Kami berharap dapat mengikuti pelaksanaan magang ini dengan lancar dan mendapatkan pengalaman yang lebih luas sehingga dapat menjadi bekal ketika hendak melamar pekerjaan.”  ujarnya. (Kom-PHT/Dik/Rb)

    Editor : Ywn

    Copyright©2021 – Source : perhutani.co.id

  • Kunjungi Perhutani Forestry Institute, PT Light Calsindo Raya Tertarik Kerjasama Offtaker

    MADIUN, PERHUTANI (17/2/2021) | Kunjungi Perhutani Forestry Institute (PeFI) di Madiun, PT Light Calsindo Raya yang bergerak dibidang usaha bahan baku kimia jajaki kerja sama pemanfaatan lahan untuk penanaman Jagung dan Porang. Perhutani, Selasa (16/02).

    Hadir pada kunjungan tersebut Direktur PT Light Calsindo Raya, Kepala Perhutani Forestry Institute, Kepala Bagian Utama Bidang Keuangan, SDM dan Umum Pusdikbang SDM Perhutani, beserta Wakil Administratur dan jajaran Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun, KPH Saradan dan KPH Ngawi.

    Dalam kesempatan itu Kepala Perhutani Forestry Institute Yahya Amin menjelaskan mengenai potensi serta skema yang dapat dikerjasamakan. “Ada dua skema yang telah dibahas, yang mana keseluruhannya tetap melibatkan Perhutani, Mitra dan LMDH yaitu skema pertama, lebih mengenai tentang penanaman porang dan jagung yang dapat dilakukan oleh PT Light Calsindo Raya bekerja sama dengan Perhutani dan LMDH (Lembaga Masyarakat Daerah Hutan) sebagai mitranya, dan yang kedua dengan metode Offtaker Jagung, jadi pesanggem dan petani diberikan pinjaman benih beserta pupuk, nantinya hasilnya akan dibeli oleh pihak PT Light Calsindo Raya,” terangnya.

    Sementara itu, Hauwanto Chandranata selaku Direktur PT Light Calsindo Raya memberikan respon positif dan tertarik mengenai rencana kerjasama tersebut. “Setelah mengamati dan mempertimbangkan skema tersebut, mungkin kami lebih tertarik akan skema Offtaker Jagung. Karena resikonya lebih kecil sedangkan hasilnya lebih optimal, daripada melakukan penanaman sendiri,” ujarnya. (Kom-PHT/Dik/Rb)

    Editor : Ywn

    Copyright©2021 – Source perhutani.co.id

  • TIM KLHK DAN IPKI GALI DATA SEJARAH PEMBENTUKAN POLHUT DI PERHUTANI FORESTRY INSTITUTE

    MADIUN, PERHUTANI (20/1/2021) | Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Ikatan Polisi Kehutanan Indonesia (IPKI) mengunjungi Perhutani Forestry Institute (PeFI) di Madiun, dalam rangka menggali informasi terkait sejarah dibentuknya Polisi Chusus Kehutanan (PCK) pada Kamis (21/01).

    Kunjungan yang dihadiri oleh Sekjen Ikatan Polisi Kehutanan Indonesia, Kepala Seksi Pengawetan Insitu, Kepala Seksi Pencegahan Keamanan Hutan Wilayah Kalimantan & Nusa Tenggara, serta Ditjen Pengamanan dan Penegakan Hukum Kementerian LHK tersebut yang disambut oleh Kepala PeFI, Kepala Departemen Perencanaan dan Pengembangan, serta Kepala Bagian Utama Bidang Keuangan, SDM dan Umum PeFI.

    Abdul Hasan selaku Kepala Departemen Perencanaan dan Pengembangan PeFI memberikan respon positif kunjungan tersebut. Menurutnya PeFI sendiri masih ada beberapa data yang tersimpan mengenai Polisi Chusus Kehutanan.

    Lebih lanjut Abdul Hasan menjelaskan, bahwa masih ada foto-foto dan data yang tersimpan di ruang Museum Kehutanan, akan tetapi yang tersimpan adalah dokumentasi terkait Pelaksanaan Pendidikan Polisi Kehutanan di Pusdikbang SDM Perhutani (sebelum menjadi Perhutani Forestry Institute). “Mungkin untuk pencarian data yang lebih detil, tim Kementerian LHK bersama IPKI akan kami bantu mencarinya di Perpustakaan PeFI.” tambahnya.

    Dalam kunjungannya Eko Susanto selaku Sekjend Ikatan Polisi Kehutanan Indonesia (IPKI) mengatakan, bahwa kunjungannya tersebut bertujuan untuk mengumpulkan informasi terkait dengan sejarah Polisi Chusus Kehutanan (PCK) yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan Ikatan Polisi Kehutanan Indonesia.

    Menurut Eko IPKI merupakan satu-satunya organisasi Polisi Hutan, pihaknya akan melakukan penggalian informasi dan data sejarah terkait sejarah terbentuknya Polisi Kehutanan di Perum Perhutani.

    “Kami bersama tim akan melakukan penggalian informasi dan data sejarah Polisi Chusus Kehutanan (PCK) yang nantinya data tersebut akan dikumpulkan dan dirangkum menjadi sebuah buku Profil Sejarah Polisi Kehutanan Indonesia. “Intinya kunjungan ini adalah suatu tindak lanjut dalam pengumpulan informasi sejarah dibentuknya PCK tersebut hingga menjadi Polisi Hutan,” ungkapnya

  • PERHUTANI FORESTRY INSTITUTE JAJAGI PENANGKARAN AVES

    MADIUN, PERHUTANI (30/01/2021) | Pelestari Burung Indonesia (PBI) Madiun bekerja sama dengan Perhutani Forestry Institute (PeFI) melakukan penjajagan bersama dalam rangka pembuatan Aviary (kandang satwa Aves/Burung) serta penangkaran burung di Arboretum Selatan PeFI, Jum’at (29/01).

    Acara tersebut dihadiri Kepala Departement Learning Center, Kepala Bagian Bidang Keuangan, SDM dan Umum, Tenaga Profesional Bidang Kelola Bisnis PeFI serta beberapa perwakilan dari PBI Madiun.

    Penjajagan dalam rangka pembuatan kandang satwa burung tersebut dilakukan dengan maksud untuk melakukan koordinasi dan rancangan mewadahi aktifitas penangkaran, pendidikan kelola lingkungan serta bahkan peluang pembuatan Kebun Binatang Mini (Mini Zoo). Poin kegiatan didahului dengan pembuatan Aviary untuk beragam jenis burung antara lain kandang penangkaran untuk jenis komersial dan untuk pendidikan lingkungan serta peluang bisnis konservasi.

    Berbagai macam jenis burung yang akan dikandangkan antara lain burung Merak, Murai, Gelatik Jawa, Perkutut, Jalak, Derkuku dan lain-lain. Mengingat jenis satwa tersebut beberapa adalah jenis dilindungi, maka dibutuhkan pengurusan ijin tangkarnya melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Madiun.

    Catur selaku Ketua Pelestari Burung Indonesia (PBI) Madiun mengungkapkan bahwa pembuatan Mini Zoo merupakan hasil diskusi bersama dengan Perhutani Forestry Institute untuk upaya pendidikan kelola lingkungan terutama di Kota Madiun.

    Sedangkan penjajagan peluang pengembangan Arboretum Selatan menjadi Mini Zoo akan dilakukan dengan peluang mendapatkan pasokan jenis binatang dari Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang mengalami over populasi. Serta peluang alih pemeliharaan/penangkaran satwa dari BKSDA wilayah Madiun.

    “Kemarin kami sudah sempat berdiskusi bersama dengan teman-teman, juga Pihak Perhutani Forestry Institute jika dimungkinkan untuk perencanaan pembuatan Mini Zoo tersebut dan rencananya lokasi Mini Zoo sendiri akan berada di Arboretum Selatan PeFI.” ungkapnya.

    Sementara itu Kepala Departement Learning Center PeFI Haris Tri Wahjunita juga turut mendukung perencanaan pembuatan Mini Zoo, beliau menyatakan bahwa hal ini juga merupakan salah satu upaya pembangunan wahana pendidikan lingkungan di Perhutani Forestry Institute.

    “Sebagai salah satu upaya pembangunan wahana pendidikan, kami juga telah membangun kandang besar outdoor (Aviary) yang nantinya juga dapat dimanfaatkan untuk media pelestarian satwa terutama burung (Aves),” ujarnya. 

  • FORESTRY INSTITUTE LAUNCHING PROGRAM “TANYA PEFI” BERBAGI PENGETAHUAN SECARA EFEKTIF

    MADIUN, PERHUTANI (15/1/2021) | Perhutani Forestry Institute (PeFI) melaunching Program Whatsapp Group “Tanya PeFI” yang dilaksanakan secara daring melalui live streaming dengan aplikasi Zoom Cloud Meeting dan Kanal Youtube Perhutani Forestry Institute,  Jumat (15/1).

    Launching acara tersebut dihadiri oleh Kepala Perhutani Forestry Institute (PeFI), Kepala Departement Learning Center, Kepala Bagian Utama Keuangan, SDM dan Umum, Kepala Departemen Perencanaan & Evaluasi, Jajaran Tenaga Profesional Learning Center serta diikuti seluruh peserta sebanyak 500 orang berasal dari beberapa satuan kerja Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) yang tersebar di seluruh wilayah kerja Perum Perhutani.

    Kepala Perhutani Forestry Institute (PeFI) Yahya Amin dalam sambutannya menyampaikan, bahwa launching Whatsapp Group Tanya PeFI tersebut bertujuan untuk membuat program kegiatan berbagi pengetahuan, keterampilan dan pengalaman pada setiap bidang pekerjaan secara cepat, tepat, efektif dan efisien, katanya.

    “Selain itu program tersebut untuk memberikan solusi penyelesaian problematika teknis dan managerial yang terjadi di lapangan,” Yahya Amin menambahkan.

    Acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai PeFI yang dipaparkan oleh Kepala Departement Learning Center PeFI yang dilanjutkan dengan dengan sesi tanya-jawab.

    Dalam sesi tanya-jawab secara interaktif tersebut ada beberapa pertanyaan dari peserta antara lain, Tardiyanto dari Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan yang mengajukan pertanyaan terkait launching tersebut.

    Menurut Tardiyanto apakah setelah dirilisnya Program “Tanya PeFI”, nantinya Perhutani Forestry Institute sudah tidak lagi melaksanakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) secara Offline?  tanyanya.

    Hal itu dijawab langsung oleh Yahya Amin, bahwa pendidikan dan pelatihan secara offline juga akan tetap dilaksanakan. “Insya Allah masih tetap dilaksanakan secara offline, karena ada kalanya diklat secara offline sangat diperlukan, akan tetapi tidak sebanyak sebelumnya, karena melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu. Namun demikian Insha Allah kegiatan ini sama sekali tidak menghilangkan offline, tentunya dengan frekuensi yang tidak sering dan juga jumlah peserta tidak sebanyak sebelumnya,” terangnya.

  • PUSDIKBANG SDM PERHUTANI JADI TEMPAT WORKSHOP FINAL MONITORING DAMPAK IMPLEMENTASI SVLK

    MADIUN, PERHUTANI (17/12/2020) | Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusdikbang SDM) Perhutani jadi tempat kegiatan Workshop Final Monitoring Dampak Implementasi SVLK (Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu) yang diadakan Lembaga Studi Ekosistem Hutan (LeSEHan) bersama dengan Perhutani Wilayah Madiun di Ruang Rapat Utama, Rabu (16/12).

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur LeSEHan, Direktur Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (DirJent PHPL) Kementrian Lingkungan  Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Plt. Kepala Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perum Perhutani beserta jajaran, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Madiun, serta segenap Administratur Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Saradan, Madiun, dan Lawu DS.

    Direktur LeSEHan Hale Irfan Safrudi dalam sambutannya menyampaikan  bahwa pelaksanaan kegiatan workshop kali ini merupakan upaya dari tindak lanjut perjanjian FLEGT-VPA (Forest Law Enforcement Governance Trade – Voluntary Partnership Agreement) antara Indonesia dengan Uni Eropa yang menyebutkan bahwa Indonesia wajib melaksanakan monitoring dampak terkait dengan social safeguard.

    “Oleh karena itu LeSEHan perlu melaksanakan monitoring mengenai dampak implementasi SVLK wilayah dampak pembangunan ekonomi dan dampak sumber penghidupan bagi kelompok rentan dan marginal,” ungkapnya.

    Hale Irfan Safrudi menambahkan, bahwa tujuan workshop ini untuk memaparkan hasil monitoring dampak Implementasi SVLK yang telah dilaksanakan pada 3 (tiga) lokasi di pulau Jawa, yaitu pada Provinsi Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah.

    Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhutani, Haris Tri Wahjunita juga menyampaikan respon positif mengenai kegiatan tersebut.

    “Pusdikbang SDM Perhutani mendukung penuh mengenai pelaksanaan kegiatan Workshop tersebut, karena melalui paparan yang disampaikan oleh LeSEHan dapat memberikan pengetahuan tentang perkembangan implementasi SVLK. Mungkin harapannya semoga materi yang disampaikan tersebut dapat meng-update pengetahuan di Pusdikbang SDM Perhutani, terutama dalam hal PHPL (Pengelolaan Hutan Produksi Lestari).”  jelasnya. 

  • PUSDIKBANG SDM PERHUTANI BUKA KEGIATAN STUDI BANDING KUPS DARI KALIMANTAN

    MADIUN, PERHUTANI (17/11/2020) | Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusdikbang SDM) Perhutani melaksanakan pembukaan kegiatan studi banding Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Perhutani Divisi Regional Jawa Timur yang dilaksanakan di Ruang Manilkara, Rabu (18/11).

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Penyiapan Kawasan dan Usaha Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalimantan, Expert Madya Tenurial dan Agraria Divisi Regional Jawa Timur, Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu DS, Plt. Kepala Pusdikbang SDM Perhutani, Tenaga Pendamping Masyarakat dan Perwakilan dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Kalimantan sebanyak 29 orang.

    Dalam pembukaannya, Haris Tri Wahjunita selaku Plt. Kepala Pusdikbang SDM Perhutani memberikan sambutan selamat datang kepada seluruh peserta yang telah hadir mengikuti kegiatan Studi Banding tersebut. “Pusdikbang SDM Perhutani telah melaksanakan pelatihan Perhutanan Sosial selama 3 bulan, bersama seluruh Wakil Administratur dan Asisten Perhutani (Asper) di 57 Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perum Perhutani,” katanya.

    “Setelah dilaksanakan pelatihan tersebut saat ini sedang dilaksanakan tahap Monitoring. Karena Perhutanan Sosial tidak seharusnya hanya mengenai teori saja, harapannya bapak/ibu peserta dapat melakukan pengembangan usaha di Perhutanan Sosial. Untuk memunculkan usaha yang tetap memperhatikan fungsi kelestarian hutan dan masyarakat sekitar,” terang Haris.

    Sesuai dengan rencana dan tujuannya kegiatan studi banding dilaksanakan dengan dasar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.83/Menlhk/Setjen/Kum.1/10/2016 tentang Perhutanan Sosial serta DIPA Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Kalimantan tahun 2020 Nomor : SP DIPA-029.09.2.418800/2020 Tanggal 12 November 2019.

    Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari dimulai dari tanggal 17-21 November 2020 tersebut akan mengunjungi 4  lokasi yang berada di wilayah Perum Perhutani antara lain lokasi Ekowisata di KPH Lawu DS, Budidaya Porang dan Kayu Putih di KPH Nganjuk, Budidaya lebah madu di KPH Kediri, serta Pemasaran Madu di Rumah Madu HQ Arenis Garut.

    Kepala Seksi Penyiapan Kawasan dan Usaha Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Kalimantan, Lukas Tangalobo dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada segenap jajaran Perhutani yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan studi banding.

    “Tujuan studi banding kali ini adalah untuk mempelajari tentang pengembangan usaha didalam lingkup Perum Perhutani. Harapannya semoga seluruh peserta dapat terbuka wawasannya mengenai informasi pengembangan budidaya madu, kayu putih, porang serta ekowisata.”  ungkapnya.

  • PERINGATI HARI MENANAM POHON SEDUNIA, PUSDIKBANG SDM PERHUTANI BERIKAN BIBIT KEPADA PENGANTIN

    MADIUN, PERHUTANI (30/11/2020) | Peringati Hari Menanam Pohon Sedunia tahun 2020, Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusdikbang SDM) Perhutani mengisi acara dengan menyerahkan bibit pohon kepada kedua pasangan yang sedang menggelar acara Pernikahan di Forest Cafe & d’Aboretum, Pusdikbang SDM Perhutani. Kamis (28/11).

    Hadir pada acara tersebut Kepala Bagian Utama Bidang Keuangan, SDM dan Umum Pusdikbang SDM Perhutani, Gunung Sewandono selaku perwakilan untuk menyerahkan bibit pohon kepada kedua mempelai, Audhilla dan Arief sebagai salah satu program pemerintah untuk menciptakan penerus agar cinta terhadap alam dan kelestarian lingkungan.

    Ada 3 (tiga) bibit pohon yang diserahkan kepada kedua mempelai, antara lain: Bibit Pohon Jati, Bibit Pohon Trembesi dan Bibit Pohon Mahoni.

    “Ini merupakan sebuah langkah dalam memperingati hari Menanam Pohon Sedunia dan wujud terima kasih kami kepada kedua mempelai karena telah menggunakan jasa Pernikahan Luar Ruangan Pusdikbang SDM Perhutani, semoga harapannya bibit tanaman ini dapat ditanam dan dirawat oleh mempelai agar bermanfaat untuk membuat lingkungan sekitar menjadi lebih hijau dan asri, ” ungkapnya.

    Sementara itu mempelai pria, Arief memberikan kesan positif dan ucapan terima kasih kepada Pusdikbang SDM Perhutani. “Kami sangat berterima kasih kepada Pusdikbang SDM Perhutani, bersamaan dengan peringatan Hari Menanam Pohon Sedunia, kami diberikan kepercayaan untuk ikut serta dalam melestarikan lingkungan. Semoga bibit pohon ini dapat tumbuh dan menghijaukan lingkungan sekitar, ” ucapnya.

  • FOREST CAFÉ & D’ARBORETUM JADI TEMPAT NONGKRONG FAVORIT DI KOTA MADIUN

    MADIUN (08/09/2020) | Pada era millennial seperti sekarang ini, café merupakan salah satu tempat nongkrong favorit bagi para generasi millennial. Sehingga banyak sekali café yang mulai berlomba-lomba memunculkan diri ke ranah publik dengan ciri khas nya masing-masing. Salah satunya Forest Café & d’Arboretum, Pusdikbang SDM Perum Perhutani. Madiun. (08/09).

    Forest Cafe tampak dari depan

    Mulanya kawasan tersebut adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan sekedar miniatur hutan rimbun (Arboretum). Kemudian bersama dengan manajemen Pusdikbang SDM Perhutani, area tersebut dirubah menjadi tempat nongkrong dengan nama Forest Café & d’Arboretum.

    Forest Cafe di malam hari
    Menu Makanan Khas Angkringan di Forest Cafe & d’Arboretum

    Dengan mengusung tema hijaunya hutan di tengah kota Madiun, Forest Café menjadi tempat nongkrong favorit terutama bagi kalangan anak muda atau para generasi millennial saat ini. Selain suasana asri dan hijau, Forest Café juga menyediakan menu makanan khas angkringan dengan harga yang terjangkau seperti Sate Telur, Sate Jeroan, Nasi Bakar, dan beberapa menu angkringan lain.

    Forest Cafe tampak di malam hari

    “Awalnya tempat tersebut hanyalah Miniatur Hutan (Arboretum) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sebenarnya pembenahan arboretum tersebut sudah lama direncanakan. Tetapi tidak juga terealisasi. Dan akhirnya pada tahun 2019, Manajemen Pusdikbang SDM Perhutani sendiri memutuskan untuk merubah tempat tersebut menjadi Forest Café & d’Arboretum.” Ucap Gunung Sewandono selaku Kepala Bagian Madya Bidang Keuangan SDM dan Umum Pusdikbang SDM Perhutani.

    Acara Wedding Outdoor di Forest Cafe & d’Arboretum
    Acara Forest Acoustic (Event Live Music Acoustic) yang kerap dilaksanakan setiap malam minggu

    Beliau juga menambahkan, selain dimanfaatkan sebagai café. Area tersebut juga kerap disewakan sebagai tempat mengadakan event seperti Live Music Acoustic, Pagelaran Seni hingga Outdoor Wedding. Hal ini bertujuan untuk mendorong penghasilan asset  Pusdikbang SDM Perhutani.

    Masyarakat kota madiun sendiri sangat antusias menyambut keberadaan Forest Café & d’Arboretum. Setiap harinya Forest Café selalu ramai dikunjungi terutama oleh kalangan anak muda yang gemar nongkrong dan berburu kuliner.

  • PUSDIKBANG SDM PERHUTANI MENERIMA MAHASISWA MAGANG BERSERTIFIKAT BATCH II TAHUN 2020-2021

    MADIUN, PERHUTANI (08/09/2020) | Penerimaan Mahasiswa Magang Bersertifikat (PMMB) Batch II telah dimulai, Pusdikbang SDM Perhutani juga menerima Mahasiswa Magang sebanyak 2 (dua) orang yang terdiri dari Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Brawijaya. (08/09)

    Pelaksanaan Magang tersebut dimulai pada tanggal 07 September 2020, dan akan berlangsung selama 6 (enam) bulan sampai tanggal 28 Februari 2021. Mahasiswa yang menjalani Magang di Pusdikbang SDM Perhutani, berada dibawah Mentor Tenaga Profesional Madya dan Bagian Asesmen.

    Kegiatan Magang Mahasiswa Bersertifikat Batch II (Dua) kali ini bertujuan untuk memperkenalkan unit kerja dan bidang tugas dimana peserta akan melaksanakan kegiatan magang. Sehingga nantinya para peserta mampu memahami mengenai alur proses bisnis dan Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) bidang terkait.

    Ir. Mubarak Nur Alamsyah Sigit, selaku salah satu Mentor dari Tenaga Profesional Madya Pusdikbang SDM Perhutani menuturkan bahwa mahasiswa tersebut nantinya akan lebih diarahkan dalam materi kerja praktek. Agar nantinya dapat mampu mengasah kreasi dan inovasi masing-masing.

    “Harapannya semoga mahasiswa tersebut dapat menambah wawasan mereka, sehingga yang mana hal tersebut dapat membantu mempertajam kreasi dan inovasi mereka untuk dapat melaksanakan tugas secara optimal.” ungkapnya

    Mahasiswa magang bersertifikat Santi menyampaikan bahwa magang yang dilaksanakan kali ini bermanfaat untuk menambah pengalaman kerja dan implementasi ilmu. Harapannya semoga dengan mengikuti magang kali ini mampu menambah pengetahuan mengenai dunia kerja.

    “Kami berharap dengan dilaksanakannya magang kali ini, dapat memahami alur proses bisnis perusahaan, memunculkan gagasan ide, menambah kreasi dan inovasi serta pengetahuan kami sebelum menghadapi dunia kerja.” ucapnya.